Rofiqi Dorong Relawan Jadikan Pancasila Bukan Sekadar Hafalan, tapi Gerakan Nyata
BANJARBARU, KBK.News – Pancasila tidak cukup hanya dihafalkan atau dibicarakan dalam ruang-ruang seremonial. Nilai-nilainya harus hadir dalam kehidupan sehari-hari dan diwujudkan melalui tindakan nyata di tengah masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Anggota DPR RI Komisi XIII, H Muhammad Rofiqi, S.H., saat menghadiri kegiatan Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila yang digelar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di Ballroom Hotel Rhodita Banjarbaru, Senin (24/8/2026) pagi.
Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat peran masyarakat dalam menerjemahkan nilai-nilai Pancasila ke dalam kehidupan sosial, kebangsaan dan bermasyarakat.
Turut hadir Direktur Pengkajian Implementasi Pembinaan Ideologi Pancasila BPIP, Dr. Drs. Yakob KM., M.Si., serta Wakil Ketua DPRD Kabupaten Banjar H Irwan Bora, S.H., M.H., yang turut menjadi narasumber.
Dalam sambutannya, Rofiqi mengatakan tantangan pengamalan Pancasila saat ini bukan lagi sebatas bagaimana masyarakat mengetahui lima sila, tetapi bagaimana nilai tersebut benar-benar menjadi bagian dari perilaku sehari-hari.
Menurutnya, semangat Gerakan Kebajikan Pancasila dapat dirangkum dalam prinsip “Pancasila sebagai Nilai, Kebajikan sebagai Gerakan, Masyarakat sebagai Penggerak.”
“Pancasila harus dirasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Rofiqi.
Ia menegaskan, Pancasila bukan sekadar lima sila yang dihafalkan, simbol pada lambang negara, materi pendidikan ataupun slogan dalam kegiatan seremonial.
Lebih dari itu, Pancasila harus menjadi pedoman dalam bersikap, dasar dalam mengambil keputusan, landasan memperlakukan sesama, sekaligus menjadi pemersatu di tengah keberagaman.
Rofiqi mencontohkan, nilai Ketuhanan mengajarkan masyarakat untuk memiliki moral sekaligus menghormati keyakinan orang lain. Nilai Kemanusiaan mendorong setiap orang memperlakukan sesama secara bermartabat.
Sementara nilai Persatuan mengajarkan agar perbedaan tidak menjadi alasan untuk saling bermusuhan.
Kemudian nilai Kerakyatan mendorong penyelesaian persoalan melalui dialog dan musyawarah. Sedangkan Keadilan Sosial mengajarkan pentingnya memperhatikan kesejahteraan bersama, bukan hanya kepentingan pribadi.
Dalam kesempatan itu, Rofiqi juga menyampaikan peran DPR RI dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan.
Sebagai Anggota DPR RI Komisi XIII, ia menyebut penguatan masyarakat menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran hukum, penghormatan terhadap HAM, kehidupan demokratis, masyarakat yang berkeadaban, ketahanan sosial, persatuan bangsa hingga peningkatan partisipasi masyarakat dalam kehidupan bernegara.
“DPR RI tidak hanya membuat kebijakan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menyerap aspirasi dan membangun kesadaran masyarakat,” katanya.
Menurut Rofiqi, relawan Gerakan Kebajikan Pancasila memiliki posisi penting karena berada langsung di tengah masyarakat.
Karena itu, ia berharap para relawan tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi mampu menjadi penggerak yang menghadirkan nilai-nilai Pancasila melalui aksi nyata.
Ia mengingatkan, nilai tanpa tindakan hanya akan menjadi slogan. Sebaliknya, tindakan tanpa nilai juga berpotensi kehilangan arah.
“Karena itu, mari satukan nilai-nilai Pancasila dengan aksi kebajikan. Dari masyarakat, bersama masyarakat, untuk Indonesia,” pungkasnya.
















