KBK.News, BANJARMASIN – Suara aktivitas di kawasan Mantuil, Banjarmasin Selatan, mendadak berubah Minggu (30/8/2026) siang.

Sebuah truk dump berwarna merah terperosok saat melintasi Jembatan Saka Harang sekitar pukul 13.30 WITA.

Bukan hanya sebuah kendaraan yang terhenti.

Ambruknya jembatan tersebut langsung memutus akses yang selama ini menjadi jalur penting bagi warga dan aktivitas perusahaan di kawasan Mantuil.

Bagian badan jembatan patah setelah tak mampu menahan beban saat truk melintas.

Bagian belakang truk beserta muatan materialnya terperosok hingga ke dasar sungai.

Sementara kabin dan roda depan masih terlihat mendongak dan tersangkut di sisa konstruksi jembatan.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Namun, satu unit truk dump menjadi korban material dan hingga berita ini ditulis masih berada di bawah jembatan.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Mantuil, Hamdani, mengatakan kondisi jembatan cukup mengkhawatirkan karena sebagian konstruksinya telah ambruk dan berpotensi runtuh seluruhnya.

“Telah terjadi kecelakaan, salah satu truk jatuh ke sungai saat melintasi jembatan. Ini kelihatannya jembatan bisa runtuh total dan tidak bisa diapa-apakan lagi. Korban jiwa sampai saat ini belum ada,” ujar Hamdani di lokasi.

Jalur Penting Ribuan Karyawan

Ambruknya Jembatan Saka Harang bukan sekadar persoalan akses bagi warga sekitar.

Jalur tersebut selama ini menjadi salah satu akses yang dilintasi masyarakat maupun pekerja perusahaan di kawasan Mantuil.

BACA JUGA :  Relawan H2D Kota Banjarmasin Bersama Masyarakat Kawal Ketat PSU

Ribuan karyawan yang setiap hari beraktivitas di kawasan tersebut juga menggunakan jalur ini, sehingga terputusnya jembatan berpotensi mengganggu mobilitas dan aktivitas kerja.

Selain kendaraan warga, sejumlah perusahaan di kawasan Mantuil diketahui menggunakan akses tersebut untuk mendukung aktivitas operasional.

Karena itu, Hamdani meminta pemerintah segera mengambil langkah agar persoalan tidak berlarut-larut.

“Ini agar benar-benar menjadi perhatian dari pemerintah, di mana akses ini adalah akses utama yang digunakan oleh umum warga dan beberapa perusahaan yang menggunakan jalan ini.

Mudah-mudahan ada tindak lanjut secepatnya dari Pemerintah Kota Banjarmasin maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan,” katanya.

Di lokasi, warga terlihat berdatangan melihat kondisi jembatan sekaligus menyaksikan proses evakuasi truk yang terperosok.

Hingga Minggu sore, belum terdapat jalur alternatif resmi yang dapat menggantikan akses Jembatan Saka Harang.

Warga berharap pemerintah segera mendatangkan alat berat untuk mengevakuasi truk sekaligus melakukan penanganan terhadap konstruksi jembatan.

Jembatan darurat dinilai menjadi kebutuhan mendesak, mengingat akses tersebut bukan hanya digunakan warga sekitar, tetapi juga menjadi jalur mobilitas ribuan pekerja dan aktivitas perusahaan di kawasan Mantuil.

Jika tidak segera ditangani, putusnya akses dikhawatirkan berdampak lebih luas terhadap aktivitas masyarakat dan operasional perusahaan di kawasan tersebut.

Pantauan KBK.News, beberapa perahu mulai memberikan layanan bagi warga yang ingin menyeberang dengan tarif Rp1000