KBK.NEWS ​JAKARTA — Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, H. Muhammad Rofiqi, memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan baru penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di lahan gambut yang digagas Kapolda Kalimantan Selatan (Kalsel), Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan. Inovasi ini dinilai sangat efektif dan layak mendapat penghargaan di tingkat nasional.

​”Langkah Polda Kalsel dalam upaya memadamkan Karhutla semakin masif. Inovasi terbaru ini membuat hasil pemadaman jauh lebih efektif dan maksimal dan terbukti berhasil dalam uji coba,” ujar Rofiqi, Selasa (1/9/2026).

​Metode yang digunakan adalah penyuntikan cairan khusus berbahan dasar minyak nabati langsung ke dalam tanah lahan gambut. Cairan ini memanfaatkan Methyl Ester Sulfonate (MES) hasil pengawasan Laboratorium Forensik Polda Kalsel. Uji coba yang berlangsung di Guntung Damar, Banjarbaru, Minggu (30/8/2026), terbukti ampuh memadamkan api hingga ke titik terdalam.

Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Gerindra H.Muhammad Rofiqi (foto kbk.news).

​Melihat keberhasilan tersebut, Rofiqi berharap teknologi ini dapat diadopsi secara luas di kawasan rawan karhutla lainnya, seperti Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, hingga Pulau Sumatera.

BACA JUGA :  Koalisi Lintas LSM Desak Polda Kalsel Tetapkan Tersangka Terduga Pelaku Pembubaran Aksi Unjuk Rasa

“Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha beserta jajarannya patut dan sangat layak mendapatkan penghargaan nasional. Apalagi inovasi yang dilakukan di Kalsel ini bisa diterapkan di daerah lain yang lahan gambutnya terbakar,” tegas politisi muda Partai Gerindra asal Kabupaten Banjar ini.

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Selatan saat ini sedang banyak terjadi puluhan hingga ratusan titik api terpantau di 13 kabupaten dan kota. Akibat Karhutla ini membuat kabut asap yang mengganggu kesehatan dan terbatasnya  jarak pandang.

Sebelumnya juga dikabarkan angka penderita gangguan pernapasan atau ISPA di Kalsel meningkat, bahkan akibat kabut asap dan terbatasnya jarang pandang sudah menyebabkan kecelakaan lalulintas, hingga ada korban meninggal dunia.