KBK.NEWS, MARTAPURA – Memasuki musim yang rawan berkembangnya nyamuk Aedes aegypti, Pemerintah Desa Gudang Tengah, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, menggencarkan upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD).

Penyuluhan pencegahan DBD dilakukan bersama Pembakal Gudang Tengah, pemerintah desa, bidan desa, serta jajaran Puskesmas Sungai Tabuk. Kegiatan menyasar sejumlah lingkungan, mulai dari sekolah PAUD, madrasah, hingga permukiman warga di RT 004 dan RT 005, Jumat (4/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dan pihak sekolah diberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta mengenali tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD.

Pembakal Gudang Tengah, H. M. Safwan, mengatakan pencegahan DBD tidak cukup hanya dilakukan ketika sudah ada warga yang terjangkit. Menurutnya, langkah paling penting adalah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan secara bersama-sama.

“Pencegahan ini harus dimulai dari lingkungan kita sendiri. Jangan sampai menunggu ada warga yang terkena DBD baru kita bergerak. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk rutin membersihkan lingkungan dan menghilangkan tempat-tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk,” ujar Safwan.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan pihak sekolah dalam menjaga kebersihan lingkungan, mengingat anak-anak merupakan salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian dalam upaya pencegahan penyakit tersebut.

BACA JUGA :  Warga Setempat Kecewa Terhadap Proyek UPT Puskesmas Sungai Tabuk 1

“Kami berharap edukasi yang diberikan hari ini tidak hanya berhenti di sekolah atau saat penyuluhan saja, tetapi bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan disampaikan kembali kepada keluarga di rumah,” tambahnya.

Safwan menyampaikan apresiasi kepada bidan desa dan Puskesmas Sungai Tabuk yang turut memberikan edukasi kepada masyarakat. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, sekolah dan masyarakat dapat terus diperkuat.

“Kalau semua bergerak bersama, insyaallah lingkungan Desa Gudang Tengah bisa lebih bersih, sehat dan risiko DBD dapat kita tekan,” pungkasnya.

Pemerintah Desa Gudang Tengah pun mengimbau masyarakat untuk kembali menggalakkan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penyimpanan air, serta mendaur ulang atau menyingkirkan barang bekas yang berpotensi menampung air.

Upaya sederhana tersebut diharapkan menjadi kebiasaan bersama, sehingga pemberantasan sarang nyamuk dapat dilakukan secara rutin dan tidak hanya saat kasus DBD mulai muncul.