KBK.NEWS JAKARTA — Upaya pencarian hari ketiga terhadap lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hilang kontak di perairan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, Banten, masih belum membuahkan hasil hingga Kamis (10/9/2026) malam.

​Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten, Al Amrad, menjelaskan bahwa pada operasi hari ketiga ini, tim SAR gabungan membagi area penyisiran menjadi enam sektor dengan mengerahkan 11 alat utama (alut) sistem pencarian. Penyisiran difokuskan pada wilayah perairan serta kawasan pesisir di sekitar Selat Sunda.

​”Operasi hari ketiga ini kami bagi menjadi enam sektor dengan 11 alut yang digunakan untuk melakukan pencarian,” ujar Al Amrad di Posko SAR Carita, Pandeglang.

Kronologi Kejadian

  • Selasa, 8 September 2026 (Pagi): Rombongan yang terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru speedboat berangkat dari pesisir Carita, Pandeglang, menuju kawasan perairan Gunung Anak Krakatau untuk meliput aktivitas vulkanik.
  • Selasa, 8 September 2026 (Siang/Sore): Kapal mendadak hilang kontak di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau setelah kondisi cuaca di Selat Sunda memburuk secara tiba-tiba.
  • Selasa, 8 September 2026 (Malam): Pihak keluarga dan instansi media melaporkan kejadian tersebut ke Basarnas Banten usai rombongan tidak kunjung kembali sesuai jadwal. Basarnas langsung memetakan titik koordinat terakhir dan menyiapkan operasi SAR emergency.
  • Rabu, 9 September 2026 (Hari ke-2): Tim SAR gabungan meluncurkan penyisiran awal di sekitar titik hilangnya kontak, namun terkendala gelombang tinggi dan pandangan terbatas.
  • Kamis, 10 September 2026 (Hari ke-3): Basarnas memperluas area pencarian menjadi enam sektor dengan mengerahkan 11 alut. Operasi hari ketiga resmi dihentikan sementara pada Kamis malam dengan hasil nihil, dan akan dilanjutkan kembali esok hari.
BACA JUGA :  Sebagai Penghormatan, BEM UNISKA Inginkan Gelar Sarjana Anumetra Untuk Mendiang Juwita