Bukan Tabrak Lari, Sat Lantas Polres Banjar Ungkap Kronologi Kecelakaan Maut di Gubernur Syarkawi
MARTAPURA, KBK.News – Fakta baru terungkap dalam kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Gubernur Syarkawi, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kamis (10/9/2026) pagi.
Sebelumnya, kecelakaan yang mengakibatkan tiga orang menjadi korban, satu di antaranya meninggal dunia, sempat diduga sebagai kasus tabrak lari.
Namun, berdasarkan hasil pendalaman Sat Lantas Polres Banjar, peristiwa tersebut ternyata bukan tabrak lari.
Kasat Lantas Polres Banjar, Iptu Agung Iswahyudi, menjelaskan kecelakaan bermula saat sepeda motor Honda Revo warna merah hitam yang dikendarai R melaju dari arah Handil Bakti menuju Sungai Tabuk.
Saat berada di lokasi kejadian, R diduga berusaha mendahului dari sisi kanan sebuah sepeda motor Yamaha NMAX warna hitam dan mobil Honda Brio RS warna silver.
Saat proses tersebut terjadi senggolan antara Honda Revo dengan Honda Brio pada bagian kanan belakang mobil.
Akibat senggolan, Honda Revo terjatuh ke sisi kanan jalan.
Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju sepeda motor Honda Beat warna putih yang dikendarai W dan berboncengan dengan S.
Motor tersebut kemudian membanting setir ke kanan dan menabrak Honda Brio RS warna silver. Benturan membuat sepeda motor tersebut terpental hingga menabrak Honda Revo X warna merah hitam yang sebelumnya sudah terjatuh di badan jalan.
“Untuk kejadian sebenarnya itu berawal dari sebuah sepeda motor Honda Revo warna merah hitam dikendarai R datang dari Handil Bakti ke arah Sungai Tabuk,” jelas Iptu Agung saat dikonfirmasi, Jumat (11/9/2026).
Akibat rangkaian kecelakaan tersebut, tiga orang menjadi korban. Satu orang meninggal dunia, sementara dua lainnya mengalami luka-luka.
Terkait mobil Honda Brio yang sebelumnya disebut-sebut terlibat tabrak lari, polisi memastikan pengemudinya tidak bermaksud melarikan diri.
Menurut Iptu Agung, setelah kejadian pengemudi mobil sempat berhenti dan didatangi petugas Sat Lantas. Pengemudi juga sempat melakukan pengecekan terhadap kondisi di sekitar lokasi.
“Dia sempat berhenti, tapi dia tidak melihat karena terpental tadi yang meninggal dunia. Cuma dia sempat berhenti, cek yang luka-luka kemudian jalan. Yang bersangkutan tidak bermaksud lari,” tegasnya.
Saat ini, kendaraan Honda Brio tersebut masih diamankan untuk kepentingan penyelidikan. Polisi juga belum menetapkan tersangka karena proses penyelidikan masih berlangsung.
Iptu Agung mengatakan, pihaknya masih mencocokkan keterangan dengan bukti-bukti yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP).
Salah satu hal yang menjadi perhatian penyidik adalah kondisi marka jalan di lokasi.
“Dugaan awalnya karena marka jalan itu masih tidak putus-putus, jadi memang bukan tempat untuk menyelip. Jadi sementara masih kita dalami dan kita cocokkan dengan bukti-bukti yang ada di TKP,” ungkapnya.
Dengan adanya klarifikasi tersebut, polisi memastikan informasi mengenai dugaan tabrak lari dalam kecelakaan maut tersebut tidak sesuai dengan hasil pendalaman sementara.
Sat Lantas Polres Banjar masih melakukan penyelidikan untuk memastikan secara utuh penyebab dan pihak yang bertanggung jawab dalam kecelakaan beruntun tersebut.
