Jurnalis Banjar Berharap Tidak Ada “Tembok Besar” Lagi Antara Kapolres Banjar dan Wartawan
MARTAPURA, KBK.News – Pergantian tongkat komando di Polres Banjar dari AKBP dr. Fadli kepada AKBP Boni Ariefianto disambut dengan harapan baru dari kalangan insan pers. Forum Jurnalis Banjar (FJB) menilai, selain mempertahankan capaian kinerja kepolisian, Kapolres yang baru diharapkan mampu membangun komunikasi yang lebih terbuka, humanis, dan tanpa sekat dengan wartawan, Sabtu (12/9/2026).
Ketua Forum Jurnalis Banjar, Fahmi De Musta, mengatakan mutasi di tubuh Polri merupakan hal yang lumrah. Namun, selama sekitar 1,5 tahun kepemimpinan AKBP dr. Fadli, terdapat sejumlah catatan yang disampaikan rekan-rekan media terkait pola komunikasi dengan pimpinan Polres Banjar.
“Mutasi di luar Polri itu biasa. Namun selama Pak Kapolres Fadli menjabat, ada beberapa catatan yang masuk dari teman-teman media kepada saya,” ujar Fahmi.
Meski begitu, Fahmi menegaskan Polres Banjar tetap layak mendapat apresiasi dalam hal kecepatan mengumumkan pengungkapan berbagai kasus kriminal kepada publik. Menurutnya, hal tersebut menjadi nilai positif yang patut dipertahankan oleh Kapolres yang baru.
Namun, ia menilai hubungan kemitraan dengan media belum berjalan maksimal karena komunikasi dengan pimpinan dinilai masih menyisakan jarak.
“Yang menjadi perbedaan itu soal keterbukaan. Kami berharap tidak ada jurang pemisah antara wartawan dengan pimpinan,” katanya.
Fahmi bahkan mencontohkan gaya komunikasi Kapolda Kalimantan Selatan, Kapolrestabes Banjarmasin, hingga Kapolres Banjarbaru yang menurutnya lebih responsif terhadap media tanpa membedakan siapa pun wartawannya.
“Beliau-beliau itu sangat terbuka dengan media. Mau jam berapa pun dihubungi, komunikasinya tetap berjalan baik,” tuturnya.
Karena itu, ia berharap AKBP Boni Ariefianto membawa perubahan dalam membangun kemitraan yang lebih erat dengan insan pers di Kabupaten Banjar.
“Harapan kami sederhana, semoga Kapolres yang baru lebih terbuka, lebih merangkul media, dan membangun komunikasi yang lebih baik,” ucapnya.
Harapan serupa juga disampaikan salah satu wartawan Kabupaten Banjar, Syahrizal, yang menilai sinergi antara kepolisian dan media merupakan bagian penting dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Yang terpenting menurut saya adalah mudah komunikasi antara kawan-kawan media dan pihak Polres, karena sinergitas antara media dan aparat kepolisian sangat penting untuk menunjang kamtibmas di masyarakat,” katanya.
Menurut Syahrizal, selama kepemimpinan AKBP dr. Fadli banyak capaian positif yang berhasil diraih, mulai dari penanganan kasus kriminal yang dinilai cepat hingga pembangunan di lingkungan Mapolres Banjar yang berkembang pesat.
Meski demikian, ia mengaku sebagian rekan-rekan wartawan masih merasakan adanya batas dalam komunikasi dengan pimpinan.
“Namun, mewakili sebagian kawan-kawan, kami menilai Bapak Fadli masih kurang pendekatannya dengan teman-teman media. Kami merasa masih ada batas antara wartawan dan Kapolres,” ungkapnya.
Memasuki era kepemimpinan yang baru, Syahrizal juga berharap Humas Polres Banjar menjadi lebih aktif dan responsif dalam menyampaikan informasi kepada media, terutama ketika terjadi peristiwa yang menjadi perhatian publik.
“Komunikasi yang cepat dan terbuka bukan hanya memperkuat hubungan antara kepolisian dan media, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan terpercaya,” pungkasnya.
Note : “Tembok besar” itu bukan bangunan beton, melainkan metafora atas jarak komunikasi yang dirasakan sebagian wartawan kepada pimpinan Polres Banjar.
