GEGER! BANTENG MENGAMUK: KADER SURABAYA DILEMPAR DARI PDIP BUNTUT NEKAT SOWAN DAN PASANG BADAN BUAT JOKOWI!
KBK.NEWS SURABAYA — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan secara resmi mengambil langkah tegas dengan memecat Achmad Hidayat, seorang kader asal Surabaya. Keputusan keras ini dijatuhkan usai Achmad nekat melakukan sowan ke kediaman Joko Widodo dan secara terbuka mendesak partai untuk merehabilitasi status mantan presiden tersebut.
Manuver politik Achmad dinilai sebagai tindakan pembangkangan berat terhadap keputusan mutlak partai. Sebelumnya, PDIP telah resmi memecat Jokowi sesuai mekanisme yang berlaku. Berdasarkan surat keputusan DPP, langkah Achmad yang melampaui kewenangannya tersebut dianggap mencederai kehormatan, martabat, serta nama baik partai berlambang banteng tersebut.
Sanksi disiplin ini merujuk pada rekomendasi Komite Etik dan Disiplin PDIP bertanggal 28 Agustus 2026. DPP menyimpulkan seluruh tindakan Achmad masuk dalam kategori pelanggaran berat, sehingga seluruh hak, kewajiban, dan kedudukannya di PDIP resmi dicabut. Achmad kini dilarang keras membawa nama, lambang, maupun atribut partai dalam aktivitas politik apa pun.
Merespons pemecatan tersebut, Achmad membeberkan bahwa dirinya sempat dipanggil dan dicecar oleh Komite Etik PDIP yang dipimpin Sadarestuwati pada 26 Agustus 2026. Ia mengakui kunjungannya ke rumah Jokowi pada Juli 2026—bersama kader senior PDIP Sulikan dan seorang rekan—dilakukan atas inisiatif pribadi usai berziarah dari Ponorogo.
Dalam persidangan etik, Achmad bergeming bahwa pertemuannya dengan Jokowi hanyalah silaturahmi biasa. Ia bahkan sempat menanyakan kemungkinan pertemuan antara Jokowi dan Megawati Soekarnoputri. Menurut pengakuannya, Jokowi merespons santai dan menyatakan tidak memiliki masalah pribadi dengan Ketua Umum PDIP tersebut. Namun, pembelaan itu tak menggoyahkan keputusan DPP PDIP untuk tetap menendangnya dari barisan partai.
Sumber : CNN
