KPK BIDIK MENTERI ATR/BPN NUSRON WAHID! 4 Orang Kepercayaan Resmi Jadi Tersangka Korupsi Senilai Miliaran Rupiah
KBK.NEWS JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai mendalami dugaan keterlibatan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, dalam kasus dugaan suap dan penerimaan gratifikasi di lingkungan Kementerian ATR/BPN.
Langkah ini diambil usai empat orang yang diduga sebagai kepercayaan Nusron resmi ditetapkan sebagai tersangka.
Plt. Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, mengonfirmasi bahwa nama Nusron sudah muncul dalam beberapa kali proses pemeriksaan. Saat ini, tim penyidik tengah menggali lebih dalam fakta-fakta hukum yang ada.
”Terkait soal NW [Nusron Wahid] sudah disebutkan di pemeriksaan-pemeriksaan. Nah, ini memang sedang didalami oleh tim penyidik dalam proses penyidikan,” ujar Taufik dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (15/9/2026) malam.
Kasus ini bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jabodetabek pada Senin (14/9/2026). Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan 19 orang beserta bukti uang tunai senilai miliaran rupiah.
Dari hasil gelar perkara, KPK menetapkan delapan orang tersangka dan langsung menahannya selama 20 hari pertama hingga 4 Oktober 2026. Empat di antaranya diduga kuat merupakan orang dekat Menteri Nusron, yakni:
- Arif Sugiyanto (Mantan Bupati Kebumen)
- Fahd El Fouz / Fahd A Rafiq (Politikus Partai Golkar)
- Erwin (Pihak Swasta)
- Muhammad Fakhry (Pihak Swasta)
Sementara empat tersangka lainnya yang turut terseret mencakup pejabat kementerian dan pihak swasta:
- Lampri (Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian ATR/BPN)
- Sontang Coin Manurung (Kepala Kantah Kabupaten Bogor)
- Adrianto Pitojo Adhi (Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk)
- Rizal Pahlevi (Pihak Swasta)
Taufik menambahkan, keterbatasan waktu OTT 1×24 jam membuat penyidik harus bergerak bertahap untuk membongkar tuntas skandal ini. Mengingat Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) baru diterbitkan, potensi munculnya tersangka baru masih sangat terbuka.
Hingga berita ini diturunkan, Menteri Nusron Wahid belum memberikan respons saat dihubungi terkait temuan uang miliaran rupiah maupun keterlibatan orang-orang dekatnya dalam pusaran korupsi tersebut.
