KBK.NEWS JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah kompak ditutup melemah pada akhir perdagangan Senin (21/9/2026). Pergerakan negatif pasar keuangan domestik ini memicu sorotan dari mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu.

​Melalui unggahan di akun X miliknya pada Senin (21/9/2026), Said Didu mengaitkan tren penurunan pasar modal serta mata uang Garuda dengan dilantiknya Menteri Keuangan yang baru, Suahasil Nazara.

​”Sejak Menkeu Pak Suhasil diangkat jadi Menkeu, nilai tukar rupiah dan harga saham terus melemah,” ujar Said Didu.

​Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (21/9/2026), IHSG terperosok 0,88 persen atau berkurang 56,43 poin ke level 6.384,73, dari posisi penutupan sebelumnya di 6.441,16 pada Jumat (18/9/2026).

BACA JUGA :  Ratusan Demonstran Desak KPK Adili Jokowi

​Sepanjang hari perdagangan, IHSG bergerak fluktuatif di rentang 6.381,5 hingga posisi tertinggi 6.451,3. Tekanan pasar tercermin dari melemahnya 354 saham, sementara 280 saham menguat dan 156 saham lainnya stagnan. Total nilai transaksi mencapai Rp11,85 triliun dengan volume 26,91 miliar saham dari 1,83 juta kali frekuensi transaksi.

​Sementar itu di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah ditutup melemah 89 poin atau 0,50 persen ke posisi Rp17.847 per dolar AS, setelah sebelumnya berada di tingkat Rp17.758 per dolar AS.

Sumber : fajar.co.id