Gekrafs Kalsel dan Dispar Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Karhutla
KBK.NEWS, BANJARMASIN — Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan terus ditunjukkan berbagai pihak. Kali ini, Dewan Pimpinan Wilayah Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (DPW Gekrafs) Kalimantan Selatan bersama Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan menyerahkan bantuan bagi masyarakat terdampak karhutla, Rabu (30/9/2026).
Penyerahan bantuan tersebut dilakukan dalam rangkaian kegiatan Banua Creative Goes to Campus yang digelar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM).
Bantuan tersebut disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kalsel untuk kemudian didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya mereka yang terdampak bencana karhutla.
Ketua DPW Gekrafs Kalsel, Andi Fitri, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Gekrafs bersama Dinas Pariwisata Kalsel terhadap masyarakat yang saat ini menghadapi dampak karhutla.
Menurutnya, persoalan karhutla tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, sehingga diperlukan kepedulian dan gotong royong dari berbagai pihak.
“Kami dari Gekrafs Kalsel bersama Dinas Pariwisata Kalsel berusaha untuk hadir dan memberikan sedikit bantuan kepada saudara-saudara kita yang terdampak karhutla,” ujar Andi Fitri.
Ia menegaskan, meski bantuan yang diberikan tidak dapat menyelesaikan seluruh persoalan yang dihadapi masyarakat terdampak, setidaknya dapat membantu meringankan kebutuhan mereka di tengah kondisi karhutla dan kabut asap yang terjadi di sejumlah wilayah Kalsel.
“Mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat dan meringankan beban masyarakat. Kami juga berharap kondisi karhutla di Kalsel bisa segera teratasi dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan normal,” katanya.
Andi menambahkan, keterlibatan Gekrafs dalam aksi sosial tersebut juga menjadi bagian dari komitmen organisasi untuk tidak hanya bergerak di bidang ekonomi kreatif, tetapi turut mengambil peran dalam persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat.
“Kita ingin ekonomi kreatif tidak hanya berbicara tentang karya dan industri, tetapi juga bagaimana komunitas dan pelaku ekonomi kreatif bisa memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, kegiatan Banua Creative Goes to Campus sendiri menjadi ruang bagi Gekrafs Kalsel untuk memperkenalkan sekaligus mendorong perkembangan ekonomi kreatif kepada kalangan mahasiswa.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Rektor ULM Prof. Ahmad Alim Bahri yang juga merupakan Dewan Pakar Gekrafs Kalsel, serta Staf Ahli Gubernur Kalsel Bidang Ekonomi dan Pembangunan Rusma Khazairin.
Dalam kesempatan tersebut, Gekrafs Kalsel bersama Dinas Pariwisata Kalsel berharap kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, komunitas ekonomi kreatif dan masyarakat dapat terus diperkuat.
Termasuk dalam menghadapi berbagai persoalan sosial seperti karhutla yang saat ini berdampak terhadap sejumlah masyarakat di Kalimantan Selatan.
