Gunakan Dana Darurat Rp3,3 Miliar, Jembatan Kertak Empat-Pengaron Direhabilitasi
KBK.NEWS, MARTAPURA – Jembatan yang berada di wilayah Kecamatan Pengaron, tepatnya di batas Desa Kertak Empat dan Desa Pengaron, saat ini tengah menjalani proses rehabilitasi. Pekerjaan tersebut dilakukan setelah kondisi konstruksi lama mengalami kerusakan dan mulai amblas, Jumat (2/10/2026).
Perbaikan jembatan tersebut dilakukan atas permintaan masyarakat, camat, serta pembakal setempat. Kondisi jembatan sebelumnya menggunakan armco atau pipa besar yang berfungsi sebagai saluran di bawah badan jalan.
Namun, seiring usia konstruksi yang sudah cukup tua dan lapuk, ditambah aktivitas kendaraan dengan tonase besar seperti truk, kondisi jembatan mulai mengalami penurunan atau amblas.
Hal tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu bahkan memutus akses transportasi masyarakat apabila tidak segera dilakukan penanganan.
“Perbaikan ini atas permintaan warga, camat dan pembakal dari Desa Kertak Empat. Kondisi existing sebelumnya berupa jembatan, di bawahnya itu armco yang kondisinya sudah lapuk dan tua,” ujar Bilki, saat ditemui terkait pekerjaan tersebut.
Menurutnya, kendaraan dengan tonase yang lebih besar dari kemampuan konstruksi lama turut menjadi salah satu faktor yang memperparah kondisi jembatan.
“Yang melewati kebetulan tonasenya lebih besar, kebanyakan ada truk. Jadi amblas dan kemungkinan akan memutus jalur transportasi daerah itu,” jelasnya.
Penanganan kemudian dilakukan sejak awal tahun menggunakan dana darurat bencana. Anggaran pekerjaan tersebut berada di kisaran Rp3,3 miliar.
“Makanya waktu di awal tahun diminta penanganan, lalu kita tindak lanjuti dengan dana darurat bencana,” katanya.
Hingga saat ini, progres pekerjaan rehabilitasi jembatan tersebut telah mencapai 90,77 persen. Tahapan pekerjaan yang sedang dilakukan yakni pemadatan Lapis Pondasi Agregat (LPA).
Setelah proses pemadatan selesai, pekerjaan akan dilanjutkan dengan tahapan finishing hingga mencapai progres 100 persen.
Bilki menyebutkan, pekerjaan secara fisik diperkirakan dapat selesai sekitar awal hingga pertengahan Oktober 2026. Namun, berdasarkan masa kontrak, pekerjaan masih memiliki waktu hingga 3 November 2026.
“Kalau pemadatan ini sekitar awal Oktober, pertengahan Oktober mungkin selesai. Tapi kita masuk kontrak sampai tanggal 3 November, jadi kita masih ada waktu untuk itu,” ujarnya.
Ia menambahkan, sisa waktu kontrak akan dimanfaatkan untuk mengoptimalkan proses pemadatan serta menyelesaikan sejumlah pekerjaan akhir sebelum rehabilitasi jembatan dinyatakan rampung.
Rehabilitasi ini diharapkan dapat menjaga keberlangsungan akses transportasi masyarakat di wilayah perbatasan Desa Kertak Empat dan Desa Pengaron, mengingat jalur tersebut menjadi salah satu akses utama bagi aktivitas warga.
Bilki menegaskan, pekerjaan tersebut tidak semata-mata sebagai langkah mitigasi terhadap potensi gangguan akibat kondisi jembatan, tetapi merupakan penanganan atas kerusakan yang sudah terjadi.
“Mitigasi betul juga, tapi yang utamanya karena memang sudah mulai amblas. Jadi sudah terjadi kerusakan,” pungkasnya.
