Keterampilan Warga Binaan Berbuah Premi, Lapas Banjarmasin Dorong Produk Bernilai Ekonomif
KBK.News, BANJARMASIN– Sebanyak 35 warga binaan Lapas Kelas IIA Banjarmasin menerima premi atas keterlibatan mereka dalam program pembinaan kemandirian selama September 2026.
Pembagian premi berlangsung sederhana di Lapas Banjarmasin, Jumat (2/10/2026) kemarin.
Pemberian premi tersebut menjadi bentuk apresiasi atas keterlibatan warga binaan dalam berbagai kegiatan kerja produktif melalui program pembinaan kemandirian.
Apresiasi ini sekaligus menjadi dorongan agar warga binaan terus mengembangkan keterampilan dan meningkatkan kualitas hasil karya.
Kegiatan pembagian premi dihadiri Kalapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, didampingi Kasi Giatja Bagus Paras Etika serta Kasubsi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja Obi Noverianda.
Kalapas Akhmad Herriansyah menegaskan komitmen Lapas Banjarmasin untuk terus meningkatkan kualitas program pembinaan kemandirian agar memberikan manfaat nyata bagi warga binaan.
Menurutnya, keterampilan yang dikembangkan selama menjalani pembinaan diharapkan dapat menjadi bekal sekaligus memiliki nilai ekonomi.
“Pembinaan kemandirian harus terus kita tingkatkan, terutama dari kualitas keterampilan dan produk yang dihasilkan. Kalau kita tingkatkan kualitas kita dalam produk dan keterampilan, maka pasaran kita akan naik dan premi kita akan naik,” ujar Kalapas.
Menurutnya, peningkatan kualitas keterampilan dan produk menjadi bagian penting dalam pengembangan pembinaan kemandirian. Warga binaan tidak hanya diarahkan untuk memiliki keterampilan, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang berkualitas dan memiliki nilai ekonomi.
Sementara itu, Kasi Giatja Bagus Paras Etika menjelaskan sisi teknis pelaksanaan pembinaan kemandirian, termasuk pemberian premi kepada warga binaan yang terlibat dalam kegiatan kerja produktif.
“Warga binaan diberikan kesempatan untuk bekerja dan mengembangkan keterampilan sesuai bidang pembinaan yang diikuti. Premi diberikan sebagai bentuk penghargaan atas keterlibatan mereka dalam kegiatan kerja sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan,” jelas Bagus.
Bagi warga binaan, penerimaan premi menjadi bentuk penghargaan yang turut memberikan motivasi untuk terus mengikuti kegiatan pembinaan. Salah satunya dirasakan warga binaan berinisial A.
“Senang dan bersyukur bisa menerima premi dari hasil kerja. Ini menjadi motivasi bagi saya untuk lebih rajin bekerja dan meningkatkan keterampilan,” ungkap pria berinisial A.
Pembagian premi menjadi bagian dari pelaksanaan pembinaan kemandirian di Lapas Banjarmasin. Melalui kegiatan kerja produktif, warga binaan memperoleh kesempatan untuk mengembangkan keterampilan sekaligus mendapatkan apresiasi atas keterlibatan mereka dalam menghasilkan produk dan karya.
Lapas Banjarmasin terus mendorong pembinaan kemandirian yang produktif dan berkelanjutan sebagai bekal keterampilan bagi warga binaan ketika kembali ke tengah masyarakat.
