KBK TANJUNG – Penerapan sistem full day school atau lima hari sekolah dalam sepekan belum berlaku secara merata di Kabupaten Tabalong. Sejumlah sekolah sudah mengosongkan aktivitas pada hari Sabtu, sementara sebagian lainnya masih aktif menjalankan pembelajaran enam hari kerja.

​Perbedaan ini terlihat jelas pada Sabtu (3/10/2026). Suasana lengang tanpa aktivitas belajar mengajar tampak di SMP Negeri 2 Tanjung dan SDN 5.8 Tanjung. Kedua sekolah tersebut telah resmi memberlakukan sistem full day sejak awal semester ini.

​Kondisi bertolak belakang terjadi di SMP Negeri 4 Tanjung, Kecamatan Murung Pudak. Pada hari yang sama, proses belajar mengajar di sekolah ini masih berlangsung normal.

​Kepala SMP Negeri 4 Tanjung, Imam Nashokha, menjelaskan bahwa pihaknya belum menerapkan sistem lima hari sekolah karena masih menunggu penegasan resmi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tabalong. Sebagai sekolah negeri, pihaknya wajib menjadikan instruksi pemerintah daerah sebagai acuan resmi.

​“Sebagai sekolah negeri, apapun kebijakan dari Dinas Pendidikan harus kami ikuti sebagai panduan dan kami selalu siap. Sebenarnya, meskipun belum menyelenggarakan lima hari sekolah, durasi kegiatan kami tetap panjang. Rekan-rekan guru bahkan sering bertahan di sekolah hingga pukul 15.00 WITA,” ujar Imam.

BACA JUGA :  Duh! Kuota Gas LPG 3 Kg Untuk Tabalong Berkurang

​Kendati belum resmi berjalan, persiapan internal terus dilakukan. Pihak SMPN 4 Tanjung telah menggelar rapat bersama jajaran guru dan tenaga kependidikan untuk membahas rencana skema full day.

​Dalam waktu dekat, pihak sekolah juga berencana berkoordinasi dengan pengurus Komite Sekolah. Langkah musyawarah ini diambil agar jika regulasi resmi diterbitkan, pelaksanaan full day school dapat berjalan secara demokratis dan disepakati bersama oleh seluruh wali murid.

Sumber : TV Tabalong