Pemkot Banjarbaru-PTAM Intan Banjar Perkuat Kerja Sama Pajak dan Retribusi, Dorong PAD dan Ketahanan Air
KBK.NEWS, BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru bersama PT Air Minum (PTAM) Intan Banjar Perseroda memperkuat sinergi dalam pemungutan pajak dan retribusi daerah. Kerja sama ini diarahkan untuk mendukung optimalisasi pendapatan daerah sekaligus memperkuat pelayanan kebutuhan dasar masyarakat.
Kesepakatan tersebut ditandatangani di Ruang Tamu Utama Wali Kota Banjarbaru, Kamis (24/9/2026).
Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby, mengapresiasi kerja sama yang terjalin dengan PTAM Intan Banjar. Menurutnya, kolaborasi antarlembaga menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
“Kerja sama ini merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pelayanan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di Kota Banjarbaru,” ujar Lisa.
Di sisi lain, Direktur Utama PTAM Intan Banjar, Syaiful Anwar, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurutnya, kontribusi tersebut tidak hanya dilakukan melalui pelayanan air minum, tetapi juga melalui pengelolaan perusahaan yang mandiri dan sehat.
PTAM Intan Banjar disebut telah memberikan setoran dividen kepada daerah dengan nilai hampir Rp6 miliar. Perusahaan juga mencatat peningkatan arus kas serta efisiensi operasional.
Dalam kurun waktu satu dekade, efisiensi tersebut diklaim mampu menghemat anggaran hingga sekitar Rp50 miliar.
“Komitmen kami adalah bagaimana PTAM Intan Banjar bisa terus mandiri dan memberikan kontribusi bagi daerah,” tegas Syaiful.
Kerja sama Pemkot Banjarbaru dan PTAM Intan Banjar tidak hanya berkaitan dengan aspek pendapatan daerah. Penguatan pelayanan air bersih juga menjadi bagian penting dalam sinergi kedua pihak.
PTAM Intan Banjar sebelumnya telah melakukan pengembangan infrastruktur sumber air, salah satunya melalui pembangunan intake di Sungai Rangas yang salurannya diarahkan menuju kawasan Aero City.
Selain itu, perusahaan juga merealisasikan pembangunan intake di Sungai Tabuk dengan kapasitas awal mencapai 100 liter per detik (LPS).
Seiring pengembangan infrastruktur dan optimalisasi sistem, kapasitas aktual intake tersebut kini disebut telah meningkat hingga 120 LPS.
Penguatan sumber air dinilai menjadi bagian penting untuk menjaga kontinuitas pelayanan, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan air masyarakat.
Peran PTAM Intan Banjar juga turut mendapat perhatian dalam menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Wali Kota Banjarbaru mengapresiasi kesiapsiagaan PTAM Intan Banjar yang turut mendukung kebutuhan air bagi relawan pemadam di lapangan.
Distribusi air disebut tetap berjalan selama 24 jam sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penanganan karhutla.
PTAM Intan Banjar juga menyediakan sejumlah titik hidran air yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pemadaman.
Namun, pengambilan air dari titik hidran tersebut tetap diminta dikoordinasikan terlebih dahulu agar tidak mengganggu tekanan air pada jaringan pipa pelanggan.
Langkah ini menjadi penting mengingat kebutuhan air untuk penanganan karhutla harus tetap berjalan tanpa mengorbankan pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Ke depan, PTAM Intan Banjar juga merencanakan pembangunan reservoir di kawasan Lingkar Utara Banjarbaru.
Infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan pasokan air harian sekaligus menjadi bagian dari upaya mitigasi menghadapi kondisi darurat, termasuk karhutla.
Dengan penguatan kerja sama antara pemerintah daerah dan badan usaha milik daerah tersebut, sinergi yang dibangun tidak hanya berorientasi pada peningkatan PAD.
Lebih jauh, kolaborasi tersebut diharapkan mampu memastikan pelayanan air bersih tetap terjaga sekaligus memperkuat kesiapan daerah menghadapi berbagai kebutuhan dan potensi bencana.






