Tekan Risiko Serangan Siber AI, BSSN Rangkul 300 Lebih Pejabat Daerah dan Pusat
KBK DEPOK — Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menggelar Cyber Incident Exchange Forum (CIEF) 2026 di Depok, Rabu (7/10/2026), untuk memperkuat kolaborasi nasional dalam menghadapi pergeseran ancaman siber berbasis kecerdasan buatan (AI). Forum ini diikuti 324 peserta yang terdiri dari perwakilan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor pembangunan manusia.
Deputi III BSSN, Sulistyo, menegaskan bahwa pemanfaatan AI oleh pihak tak bertanggung jawab telah meningkatkan kompleksitas serangan. Bentuk ancaman kini mencakup spionase siber, rekayasa sosial, pemalsuan suara dan wajah (deepfake), hingga eksploitasi sistem yang makin cepat. Berdasarkan data BSSN, sekitar 64 persen profesional telah menghadapi serangan rekayasa sosial yang dioptimalkan oleh AI.
”Kondisi ini menuntut peningkatan kesiapsiagaan seluruh instansi, terutama dalam membangun kemampuan deteksi dini, respons insiden, serta koordinasi antarinstansi,” ujar Sulistyo.
Direktur Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah Daerah BSSN, Danang Jaya, menambahkan bahwa CIEF merupakan langkah nyata menjalankan amanat Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun 2021. Forum ini memfasilitasi diskusi panel dan pembahasan Pengamanan Teknologi Informasi dan Siber (PTIS) guna membangun budaya kewaspadaan siber yang tangguh dan berkelanjutan di seluruh lini pemerintahan.






