Dugaan Penyimpangan Perjadin DPRD Banjar Ditelisik Polda Kalsel, Aktivis LSM Pilih Bungkam
KBK.NEWS, MARTAPURA – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) mendalami dugaan kasus perjalanan dinas (perjadin) anggota DPRD Kabupaten Banjar ke wilayah Kalimantan Tengah. Meski pemeriksaan berlanjut, sejumlah aktivis anti-korupsi dari berbagai lembaga swadaya masyarakat (LSM) justru enggan memberikan tanggapan.
Para aktivis beralasan tidak nyaman bersuara karena memiliki hubungan personal dengan beberapa anggota dewan.
”Sebagian anggota DPRD Kabupaten Banjar merupakan kenalan, seperti keluarga dan teman sekolah,” ungkap salah satu aktivis yang enggan disebutkan namanya. Sikap bungkam dari kalangan LSM ini pun menuai tanda tanya publik.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Banjar Irwan Bora sempat mengklaim tidak ada temuan dalam kunjungan kerja tersebut setelah staf sekretariat dimintai keterangan. Namun, penyidik Polda Kalsel terus memperluas penyelidikan dengan memanggil belasan anggota DPRD Banjar periode 2024–2029.
Berdasarkan data yang dihimpun, pemanggilan staf dan anggota dewan berlangsung dalam tiga gelombang di Kantor Ditreskrimsus Polda Kalsel, Komplek Bina Brata, Banjarmasin. Gelombang pertama menyasar staf sekretariat, disusul pemeriksaan belasan legislator pada Kamis dan Jumat (27–28/8/2026).
Sejumlah anggota DPRD Banjar membenarkan adanya pemanggilan tersebut. Bahkan, salah satu ketua partai politik di Kabupaten Banjar menyatakan kesiapan kadernya untuk membeberkan fakta sebenarnya, dengan syarat mendapat perlindungan hukum.
”Anak buah saya siap menyampaikan fakta yang sebenarnya terjadi pada perjadin ke Kalteng, asal dijadikan justice collaborator oleh penyidik,” tegasnya.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai hasil pemeriksaan belasan wakil rakyat tersebut. Ketua DPRD Kabupaten Banjar, H. Agus Maulana, belum memberikan respons saat dikonfirmasi via pesan singkat maupun telepon. Upaya konfirmasi kepada Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Nur Khamid, juga belum mendapat tanggapan hingga berita ini diturunkan.






