IMM, MDMC, dan Lazismu Banjarbaru Gelar Shalat Istisqa dan Cek Kesehatan Gratis di Tengah Kabut Asap Karhutla
KBK.News.Banjarbaru– Merespons kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kalimantan Selatan, Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Banjarbaru berkolaborasi dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Lazismu Banjarbaru menggelar Shalat Istisqa serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis di Masjid As-Salam, Landasan Ulin, Senin (26/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bentuk ikhtiar spiritual sekaligus aksi kemanusiaan untuk membantu masyarakat menghadapi dampak buruk kabut asap yang berkepanjangan.
Dalam khutbahnya, Ustadz H. Musthofal Fitri mengajak jamaah menjadikan kondisi lingkungan yang memburuk sebagai momentum introspeksi, bertobat, dan meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian alam.
Shalat Istisqa dilaksanakan sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan agar kabut asap dan dampak karhutla segera mereda.
Selain kegiatan keagamaan, tim medis juga membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Pemeriksaan meliputi skrining hipertensi, kolesterol, asam urat, diabetes, hingga deteksi infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Dokter yang bertugas, dr. Ahmad Rezqy Fadhillah, Sp.PD, mengatakan masyarakat dengan penyakit penyerta atau komorbid memiliki risiko lebih tinggi mengalami dampak kesehatan akibat paparan asap.
“Pasien-pasien yang punya komorbid ini memang lebih berisiko terdampak dari asap itu sendiri, sehingga memang perlu kita skrining secara aktif. Kita di sini juga sudah menyediakan oksigen bagi pasien yang membutuhkan penatalaksanaan awal,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang datang untuk memeriksakan kondisi kesehatannya meski harus mengantre secara tertib.
Manfaat kegiatan tersebut turut dirasakan warga setempat. Norliani, A.Md., mengaku terbantu dengan adanya layanan kesehatan gratis, terutama bagi warga yang memiliki keterbatasan waktu untuk melakukan pemeriksaan rutin di puskesmas.
“Alhamdulillah, dengan adanya kegiatan ini sangat membantu kami. Kebanyakan kami ibu-ibu ini tidak sempat kontrol ke puskesmas. Akhirnya kami dapat mengetahui kondisi kesehatan kami dan mendapatkan obat,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi ini, PC IMM Banjarbaru, MDMC, dan Lazismu Banjarbaru berupaya menghadirkan respons yang menyentuh kebutuhan masyarakat, mulai dari pendekatan spiritual hingga pelayanan kesehatan langsung.
Di tengah ancaman karhutla dan kabut asap, kegiatan tersebut juga menjadi pengingat bahwa penanganan krisis lingkungan perlu disertai kepedulian terhadap kesehatan warga serta upaya menjaga kelestarian alam. (Masruni)
