Lestarikan Budaya Dayak, Polda Kaltara Gelar Open Tournament Menyumpit HUT ke-81 Brimob
TANJUNG SELOR, KBK.NEWS – Polda Kalimantan Utara (Kaltara) resmi membuka ajang Open Tournament Menyumpit di Mako Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Kaltara. Kegiatan ini digelar sebagai wujud nyata komitmen kepolisian dalam merawat tradisi leluhur sekaligus memperkuat kemitraan dengan masyarakat adat.
Pembukaan turnamen tradisional ini dihadiri langsung oleh Kapolda Kaltara, Brigjen Pol. Andi Syahriful Taufik, S.I.K., M.Si., bersama anggota DPD RI sekaligus Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Dr. Drs. Marthin Billa, M.M. Turut hadir Wakapolda Kaltara Brigjen Pol. Yusuf, S.I.K., M.Hum., Dansat Brimob Polda Kaltara Kombes Pol. Sutrisno Hady Santoso, S.I.K., M.M., unsur Forkopimda, serta para tokoh adat dan masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Kapolda Kaltara mengapresiasi seluruh panitia dan tokoh adat yang mendukung penuh terselenggaranya kompetisi ini. Menurutnya, menyumpit bukan sekadar olahraga tradisional atau keterampilan membidik sasaran, melainkan sarana penting untuk memperkenalkan dan menjaga identitas budaya Dayak di Kalimantan Utara.
“Menyumpit mengandung nilai kesabaran, ketenangan, konsentrasi, ketepatan, dan pengendalian diri. Nilai-nilai luhur tersebut juga sangat relevan dengan profesionalisme tugas kita sebagai anggota Polri, khususnya Korps Brimob,” tegas Kapolda Kaltara.
Pertandingkan Enam Kategori Lomba Menyumpit
Open Tournament Menyumpit tahun ini diikuti oleh lebih dari 100 peserta dari berbagai kalangan. Kompetisi ini mempertandingkan enam kategori utama untuk menguji ketepatan dan ketangkasan para peserta, yaitu:
- Kategori Perorangan Putra
- Kategori Perorangan Putri
- Kategori Dueling Putra
- Kategori Dueling Putri
- Kategori Regu Presisi
- Kategori Regu Reaksi
Kategori perorangan dan dueling dirancang untuk menguji ketenangan serta kesiapan mental individu. Sementara itu, kategori regu presisi dan reaksi menuntut koordinasi, kerja sama, serta kekompakan tim yang solid dalam membidik sasaran secara tepat.
Pererat Kemitraan Polri dan Masyarakat Adat
Melalui ajang ini, Kapolda Kaltara menegaskan bahwa Korps Brimob tidak hanya hadir sebagai garda terdepan penegak keamanan, tetapi juga bagian dari masyarakat yang mencintai budaya lokal. Kegiatan yang memadukan olahraga tradisional dan pelestarian budaya ini diharapkan mampu memperkuat kedekatan emosional antara Polri dan elemen adat.
Kepada seluruh peserta, Kapolda berpesan agar senantiasa menjunjung tinggi sportivitas, menghormati keputusan juri, serta mengutamakan keselamatan selama bertanding.
”Kemenangan adalah sebuah kebanggaan, namun persaudaraan, persatuan, dan kebersamaan yang terjalin melalui perlombaan ini jauh lebih utama,” pungkasnya.
Polda Kaltara berharap lomba menyumpit ini dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan sebagai wadah pembinaan generasi muda, pelestarian warisan budaya Dayak, serta pilar pendukung terwujudnya Kalimantan Utara yang aman, damai, dan harmonis.
Sumber : Tribrata News
