Kantor Berita Kalimantan
Home ยป Akibat Wabah Virus Corona Menteri Keuangan Batalkan DAK TA 2020 Se-Indonesia
EKONOMI Nasional PEMERINTAHAN

Akibat Wabah Virus Corona Menteri Keuangan Batalkan DAK TA 2020 Se-Indonesia

Menteri Keuangan Batalkan DAK TA 2020 Se-Indonesia
Menteri Keuangan Batalkan DAK TA 2020 Se-Indonesia

Akibat Wabah Virus Corona Menteri Keuangan Keluarkan Surat Penghentian Pengadaan Barang dan Jasa Dana Alokasi Khusus (DAK) TA 2020 Kecuali Untuk Bidang Kesehatan Dan Pendidikan (27/3/2020).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada hari ini mengeluarkan Surat Nomor S-247/MK.07/2020 Tentang Penghentian Pengadaan Barang dan Jasa Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik TA 2020 se- Indonesia, kecuali DAK untuk Kesehatan dan Pendidikan. Dalam surat ini disebutkan tentang penanggulangan wabah virus corona (Covid-19).

Dalam surat ini juga disampaikan agar seluruh kepala daerah membatalkan atau menghentikan penggunaan DAK TA 2020, terkecuali untuk bidang kesehatan dan pendidikan.

IMG 20200320 120150 01
Ketua Kelompok Banggar Fraksi PPP DPR RI, Syaifullah Tamliha

Terkait dengan surat menteri keuangan ini Anggota DPR RI Syaifullah Tamliha mengatakan, Semua proyek jalan, jembatan dan irigasi (infrastruktur) yang bersumber dari DAK TA 2020 APBN dibatalkan. Untuk itu Gubernur dan Bupati/Wakikota harus segera menghentikannya, apalagi cuma dalam proses tender.

BACA :   Lulusan Fakultas Perikanan ULM Disiapkan Go Internasional

Syaifullah Tamliha yang juga Kapoksi (Ketua Kelompok) Banggar Fraksi PPP DPR RI mengatakan, Badan Anggaran akan meminta klarifikasi pemerintah, sebab DAK tersebut adalah bagian tidak terpisahkan dari Undang-Undang APBN yang telah disepakati pemerintah dengan DPR.

“Namun karena kita sedang menghadapi wabah Corunavirus Pandemi yang sangat urgen, maka saya menyarankan Presiden Jokowi menerbitkan Peraturan Presiden Pengganti Undang-Undang (Perpu, jika kita (DPR dan Pemerintah) tidak dapat melaksanakan rapat untuk membahas RUU APBN Perubahan 2020,” tegas Legislator DPR RI Asal Kalsel ini (27/3/2020).

Syaifullah Tamliha menyatakan pihaknya memahami Perubahan peruntukan DAK tersebut untuk direalokasikan untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi rakyat.

“Hal ini sebagai konsekuensi dari perpanjangan darurat Corunavirus Pandemi hingga 29 Mei 2020 (bulan puasa),” pungkasnya.

BACA :   DPP PPP Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Ibunda Jokowi dan Anjurkan Sholat Ghaib

Foto : Kemenkeu

Leave a Comment

KANTOR BERITA KALIMANTAN
KBK - Kantor Berita Kalimantan Info Khas Kalimantan