KBK.News, MARTAPURA – Musyawarah Daerah (Musda) ke-XIII DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Banjar berlangsung panas dan penuh dinamika. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 14.30 Wita itu hingga pukul 19.21 Wita masih belum menghasilkan sosok ketua baru, Sabtu (11/4/2026), di Aula Guest House Sultan Sulaiman Martapura.

Suasana forum dilaporkan berjalan alot. Proses pemilihan tersendat lantaran munculnya perbedaan klaim di antara kandidat. Salah satu calon disebut-sebut menganggap dirinya telah sah terpilih secara aklamasi, sementara kandidat lainnya merasa tetap memiliki legitimasi karena telah mendaftar dan masuk sebagai calon resmi dalam bursa pemilihan.

Kondisi ini memicu perdebatan panjang di dalam forum Musda, yang diwarnai tarik ulur kepentingan serta argumentasi dari masing-masing kubu pendukung.

BACA JUGA :  Wakil Ketua KNPI Kabupaten Banjar Januar Sahib Bacaleg Partai Gerindra

Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk Ketua KNPI Banjar terdahulu, Rahmat Saleh dan Chairil, yang ikut menyaksikan jalannya forum yang kian memanas.

Dari informasi yang dihimpun, saat ini hanya tersisa dua nama yang masih bertahan dalam kontestasi, yakni Fariz Adam Ramadhan dan M Ariyandra Abdullah. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada titik temu yang mengarah pada keputusan final.

Situasi ini membuat Musda KNPI Banjar ke-XIII menjadi sorotan, sekaligus menimbulkan tanda tanya besar: siapa yang akhirnya akan memimpin organisasi kepemudaan terbesar di Kabupaten Banjar tersebut?