ALARM BAHAYA DI GERBANG IKN! Tol Strategis Ambruk Pasca Nataru, Kontraktor Kini Kejar Tayang!
KBK.NEWS BALIKPAPAN – Belum genap sebulan tahun 2026 berjalan, proyek prestisius akses menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) langsung dihantam cobaan berat. Struktur jalan tol di KM 11 Balikpapan Utara dilaporkan ambruk dan mengalami penurunan drastis, memicu kekhawatiran publik mengenai ketahanan proyek raksasa ini di hadapan alam Kalimantan yang tak tertebak.
Berikut adalah 5 fakta krusial yang menyelimuti insiden ambruknya Tol IKN Segmen 3A2 yang perlu Anda ketahui:
1. “Luka” Sepanjang 82,5 Meter di Jalur Vital
Kerusakan ini bukan masalah kecil. Struktur slab on pile pada Seksi 3A2 Segmen Karangjoang–KKT Kariangau amblas sepanjang 82,5 meter. Padahal, titik ini merupakan urat nadi utama yang menghubungkan Balikpapan langsung ke jantung IKN.
2. Alam Mengamuk: Hujan Ekstrem Jadi Biang Kerok
Kepala BPJN Kaltim, Yudi Hardiana, mengungkapkan bahwa hujan lebat yang mengguyur tanpa henti sejak 8 Januari 2026 menjadi pemicu utama. Debit air yang masif menyebabkan timbunan tanah di area pembuangan (disposal) bergeser hebat, menciptakan tekanan luar biasa yang akhirnya meruntuhkan stabilitas struktur jalan di bawahnya.
3. Nyaris Memakan Korban? Sempat Dibuka Saat Libur Nataru
Mengerikannya, ruas jalan yang ambruk ini ternyata sempat dibuka untuk umum secara fungsional selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Beruntung, “bom waktu” ini baru meledak tepat setelah periode fungsional berakhir dan jalan kembali tertutup untuk konstruksi, sehingga tidak ada warga yang melintas saat kejadian.
4. APBN Aman! Kontraktor Wajib Tanggung Jawab Penuh
Meski kerusakan terlihat parah, pemerintah menegaskan tidak akan mengeluarkan uang sepeser pun dari kantong negara. Karena masih dalam masa pembangunan, seluruh biaya perbaikan—mulai dari pembersihan puing hingga penguatan drainase—menjadi beban penuh pihak kontraktor.
5. Kejar Tayang Sebelum Lebaran 2026
Pemerintah langsung tancap gas. Target “mustahil” telah ditetapkan: perbaikan total harus tuntas pada Maret 2026. Hal ini dilakukan demi ambisi agar akses tol ini bisa kembali “dipaksa” bekerja melayani arus mudik dan balik Lebaran 2026 mendatang.
Catatan Penting: Untuk mencegah kejadian serupa menjadi efek domino, BPJN Kaltim kini tengah melakukan audit investigasi menyeluruh di titik-titik lain. Semua mata kini tertuju pada ketangguhan infrastruktur IKN dalam menghadapi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan berlanjut.
Sumber : inibalikpapan.com
