KBK News, TABALONG – Kabar baik untuk warga Kalimantan Selatan di tengah puncak kemarau panjang. Setelah berminggu-minggu dilanda panas dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), beberapa kawasan di Kalsel akhirnya diguyur hujan, Sabtu (5/9/2026).

Informasi tersebut dilansir dari Instagram @kabarbanuakalsel yang memposting video hujan deras yang mengguyur jalanan.

“Dari video yang beredar, hujan dikabarkan turun cukup deras di kawasan Juai, Kabupaten Tabalong. Selain itu, di Jalan perbatasan antara Kabupaten Hulu Sungai Selatan dengan Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah juga dikabarkan diguyur hujan,” tulis akun @kabarbanuakalsel dalam keterangannya.

“Semoga hujan merata ke seluruh Kalsel dan bisa mengurangi titik panas dan kabut asap,” lanjutnya.

Unggahan tersebut langsung disambut haru netizen. Di kolom komentar, warga masih menanti hujan merata.

Akun @doranakal 0511 menulis, “banjarmasin dan kabupaten tanah laut kapan hujan min? info dong 😁”.

Admin @kabarbanuakalselofficial membalas, “@doranakal 0511 cuma mendung aja tadi 😮 😮”.

Sementara akun @juhairulmidha berkomentar, “Alhamdulillah..mudahan di kota lain hujan.”

Di Tengah Karhutla 12.339 Hektare

Hujan yang turun ini menjadi angin segar di tengah kondisi Kalsel yang sedang siaga darurat karhutla. Berdasarkan data terbaru, kondisi masih memprihatinkan.

BACA JUGA :  Ilmupedia Umumkan Pemenang Chessnation 2025, Rizky dari Amuntai Raih Juara 4 Nasional

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalsel mencatat sebanyak 2.332 kejadian karhutla menghanguskan lahan seluas 12.339,74 hektare sepanjang periode 1 Januari hingga 1 September 2026.

Data SIPONGI Kementerian Kehutanan bahkan mendeteksi total 17.093 titik panas di wilayah Kalsel dari pantauan satelit.

Sebaran terluas ada di Kabupaten Banjar 441 kejadian (2.737,51 ha), Hulu Sungai Selatan 324 kejadian (2.203,97 ha), dan Tanah Laut 359 kejadian (2.072,35 ha). Sementara Kota Banjarbaru mencatat angka kejadian tertinggi yakni 474 kejadian.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak risiko karhutla dan puncak musim kemarau tahun ini jatuh pada bulan Agustus hingga September 2026 seiring fenomena El Nino.

“Risiko kebakaran hutan dan lahan diperkirakan mencapai puncak pada Agustus sampai September 2026,” ujar Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani.

Kepala BPBD Kalsel Ronny Eka Saputra menegaskan pengendalian karhutla membutuhkan sinergi seluruh pihak dan pemantauan hotspot harian terus diperketat. Pemprov Kalsel sendiri telah menetapkan status Siaga Darurat Karhutla hingga akhir Oktober 2026.

Masyarakat diimbau tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar, serta menggunakan masker saat kabut asap terjadi.