Ali Syahbana Kupas “Psychology of Money”, Dorong Pemuda Banjar Bangun Fondasi Ekonomi dari Perilaku
KBK.News, MARTAPURA — Upaya membangun ekonomi daerah tak hanya soal modal dan peluang, tetapi juga cara berpikir dan perilaku dalam mengelola uang. Pesan inilah yang ditekankan Anggota DPRD Kabupaten Banjar, M. Ali Syahbana, saat menjadi pemateri utama dalam kegiatan pengembangan kepemudaan wirausaha di Kompleks Pondok Pesantren Syafaat Bukhari Muslim, Desa Sungai Landas, Kecamatan Karang Intan, Rabu (15/4/2026).
Mengusung tema “Psychology of Money: Membangun Fondasi Ekonomi Lokal yang Kuat”, kegiatan yang digelar Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar ini diikuti pemuda, santri, hingga pelaku usaha muda. Turut hadir Kabid Kepemudaan Disbudporapar Kabupaten Banjar, Muhari.
Di hadapan peserta, Ali Syahbana mengupas pemikiran Morgan Housel dalam buku The Psychology of Money. Ia menegaskan, keberhasilan finansial bukan semata ditentukan oleh kecerdasan, melainkan oleh kebiasaan sehari-hari dalam mengelola uang.
“Yang paling menentukan bukan siapa yang paling pintar, tapi siapa yang paling konsisten, sabar, dan mampu mengendalikan diri,” ujarnya.
Menurutnya, konsistensi dalam menabung dan berinvestasi, kesabaran membangun usaha jangka panjang, serta kemampuan mengelola emosi saat menghadapi risiko menjadi fondasi penting bagi generasi muda, khususnya di Kabupaten Banjar.
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari sesi sebelumnya di Desa Sungai Alang yang membahas behavioral economics dari Daniel Kahneman, peraih Nobel di bidang ekonomi. Dalam sesi tersebut dijelaskan bagaimana bias dan emosi sering memengaruhi keputusan finansial seseorang.
Ali Syahbana menyebut, dua materi tersebut sengaja dirangkai untuk memberikan pemahaman utuh. Jika Kahneman menjelaskan mengapa seseorang kerap keliru dalam mengambil keputusan ekonomi, maka Housel menawarkan perspektif tentang bagaimana seharusnya seseorang bersikap terhadap uang.
“Potensi Kabupaten Banjar sangat besar, mulai dari pertanian, perikanan, hingga pariwisata religi. Tapi semua itu butuh pemuda yang tidak hanya bersemangat, tapi juga cerdas secara finansial dan sabar dalam membangun,” tegasnya.
Program ini dirancang sebagai agenda rutin bulanan dengan lokasi yang berpindah dari desa ke desa. Tujuannya, agar literasi ekonomi dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat akar rumput.
Melalui kegiatan ini, Disbudporapar Kabupaten Banjar berharap lahir generasi wirausahawan muda yang tidak hanya tangguh secara usaha, tetapi juga matang dalam mengelola keuangan menjadi motor penggerak ekonomi daerah dari desa.
