KBK.News, MARTAPURA – Menanggapi sorotan DPRD Banjar terkait anggaran Pemilihan Nanang Galuh Kabupaten Banjar yang mencapai ratusan juta rupiah, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar, H Irwan Jaya, menegaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki kontribusi nyata bagi pemerintah daerah dan tidak hanya berfokus pada malam grand final, Rabu, (8/7/2026).

Pernyataan itu disampaikan Irwan Jaya usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar, menyusul pemberitaan sebelumnya yang menyoroti besarnya anggaran penyelenggaraan ajang tersebut.

Menurutnya, para finalis Nanang Galuh tidak hanya menjalankan peran sebagai duta wisata, tetapi juga dilibatkan dalam berbagai program pemerintah.

“Dari Nanang Galuh ini sangat besar potensinya untuk bisa berkontribusi kepada pemerintah daerah. Mereka bersinergi dalam kegiatan-kegiatan pemerintah, ikut mengampanyekan pencegahan stunting, penyalahgunaan narkoba, tidak hanya terkait pariwisata dan kebudayaan,” ujarnya.

Ia mengatakan, keberadaan Nanang Galuh juga diharapkan mampu menjadi ujung tombak promosi Kabupaten Banjar, baik di tingkat provinsi maupun nasional.

“Selalu promosi, mereka juga ikut andil dan bersinergi dengan kegiatan kita. Mereka menjadi duta-duta wisata yang berkegiatan di tingkat nasional,” katanya.

Terkait destinasi wisata yang akan menjadi fokus promosi, Irwan menyebut sejumlah objek wisata unggulan akan terus didorong agar semakin dikenal masyarakat luas.

Menurutnya, kawasan Wisata Lok Baintan masih menjadi salah satu destinasi unggulan yang telah dikenal hingga tingkat nasional, sementara wisata religi di Kelampaian juga menjadi potensi yang akan terus dipromosikan.

“Kami ingin wisata-wisata unggulan tingkat provinsi dan kabupaten lebih dikenal. Harapannya anak-anak Nanang Galuh bisa lebih aktif mempromosikan potensi tersebut,” ucapnya.

BACA JUGA :  Gekrafs Banjar Bangun Sinergi dengan Disbudporapar Jelang Pelantikan

Saat disinggung mengenai rencana menghidupkan kembali destinasi wisata yang mulai vakum, Irwan menjelaskan pihaknya masih melakukan pembinaan terhadap kelompok sadar wisata (Pokdarwis) sesuai kondisi masing-masing daerah.

Menurutnya, tidak semua destinasi yang terlihat sepi bisa langsung dikategorikan vakum, karena setiap lokasi memiliki permasalahan yang berbeda.

“Ada yang terkendala amenitas atau sarana pendukung, ada juga yang kapasitas sumber daya manusianya masih terbatas. Karena itu kami melakukan identifikasi terhadap kendala yang dihadapi, kemudian memberikan pembinaan sesuai kebutuhan mereka,” jelasnya.

Irwan juga membantah anggapan bahwa anggaran ratusan juta tersebut hanya digunakan untuk pelaksanaan grand final.

Ia menegaskan, anggaran tersebut mencakup seluruh rangkaian kegiatan sejak tahap sosialisasi, rekrutmen peserta hingga pembinaan.

“Anggaran itu bukan hanya untuk satu malam grand final. Ada rangkaian kegiatan mulai dari pengumuman, sosialisasi ke sekolah-sekolah, kampus-kampus, persiapan, hingga koordinasi dengan berbagai instansi. Semua itu masuk dalam pelaksanaan kegiatan Nanang Galuh,” pungkasnya.

Perlu diketahui, melalui SPSE Inaproc, paket jasa penyelenggaraan kegiatan Pemilihan Nanang Galuh Kabupaten Banjar Tahun 2026 memiliki pagu anggaran sebesar Rp189.480.000 yang bersumber dari APBD Kabupaten Banjar.

Tak hanya itu, penelusuran melalui Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) menunjukkan terdapat sejumlah belanja lain yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan tersebut.

Secara keseluruhan, anggaran yang dialokasikan mencapai Rp314.006.000.

Rinciannya meliputi jasa penyelenggaraan acara sebesar Rp189,48 juta, makanan dan minuman rapat Rp44 juta, perlengkapan dinas Rp35 juta, suvenir atau cendera mata Rp15,47 juta, perabot kantor Rp11,09 juta, alat tulis kantor Rp8,65 juta, jasa iklan, reklame, film dan pemotretan Rp7 juta, serta beberapa pos pendukung lainnya.