IMG 20191018 233457
DAERAH PEMERINTAHAN

Anggota DPRD Banjar Carikan Solusi Agar Petambak Ikan Tidak Selalu Merugi

Anggota DPRD Banjar Carikan Solusi Agar Petambak Ikan Tidak Selalu Merugi Akibat Ikannya Mati Mendadak Pada Setiap Musim Kemarau (18/10/2019).

Puluhan ton ikan hasil budidaya di keramba apung mati mendadak. Akibatnya puluhan petani petambak ikan di tiga desa di Kecamatan Karang Intan merugi hingga ratusan juta rupiah.

IMG 20191016 WA0007
Puluhan Ton Ikan Mati dan Mendapat Perhatian Anggota DPRD Banjar

Peristiwa ini menarik perhatian sebagian masyarakat di Kabupaten Banjar dan Kalimantan Selatan. Kejadian ini juga pernah terjadi sebelumnya, terutama pada saat musim kemarau.

Persoalan ini juga mendapat perhatian sejumlah anggota DPRD Kabupaten Banjar yang peduli dengan masyarakat, khususnya para petambak ikan yang merugi. Mereka meninjau secara langsung kondisi di lapangan dan ditemani Kadis Perikanan Kabupaten Banjar, Riza Dauly.

Salah satu anggota DPRD Kabupaten Banjar, yakni Soraya turut mengunjungi lokasi puluhan ton ikan mati mendadak di Kecamatan Karang Intan. Menurut Soraya walaupun bidang perikanan bukan berasal dari komisinya di DPRD Banjar, tetapi sebagian para petambak ikan adalah konstituennya pada Pileg 2019 lalu.

“Bukan maksud saya untuk melampaui kewenangan, karena berasa diluar komisi yang membidangi perikanan, tetapi para petambak ikan yang mengalami kerugian akibat ikannya mati mendadak sebagian besar adalah konstituen saya dan berada di Dapil saya,” ujarnya.

Karena itu lanjut Soraya, ia tentu punya empati dan berusaha memberikan support kepada para petambak ikan yang juga sekaligus konstituennya di pemilu 2018 kemarin.

“Jujur, saya merasa prihatin dengan nasib para petambak ikan yang merugi ini. Persoalan seperti ini harus kita carikan solusi agar tidak terjadi setiap tahun ketika musim kemarau terjadi,” ujarnya.

Politisi dari Partai Amanat Nasional ini juga menegaskan, diperlukan kerjasama dari semua pihak terkait agar ada solusi yang lebih comprehensif. Untuk itu kata Soraya, ia sudah menyampaikan kepada Kadis Perikanan Kabupaten Banjar, Riza Dauly agar dicarikan solusi.

“Semoga ada solusi yang saling menguntungkan atau win win solution. Petambak dapat untung dan pihak lainnya tidak dirugikan,” ucap Soraya penuh harap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *