Antisipasi Pengiriman Emas Ilegal di Bandara Internasional Syamsudin Noor Pemeriksaan Harus Diperketat, Ini Alasannya!
KBK.NEWS BANJARBARU – Pengiriman emas ilegal ke luar negeri seperti ke Malaysia dari berbagai daerah yang diduga berasal dari tambang emas ilegal atau cukim menjadi sorotan setelah di berbagai bandara internasional di gagalkan Bea dan Cukai serta petugas bandara, lalu bagaimana di Bandara Internasional Syamsudin noor Banjarmasin?
Pengiriman atau ekspor emas ilegal melalui Bandara Internasional saat ini mulai marak dari berbagai daerah dengan berbagai modus. Pengiriman secara ilegal ini berdampak merugikan negara dan harus mendapat perhatian serius dari pengamanan bandara internasional serta pihak Bea dan Cukai.
Terbaru di Bandara Halim Perdana Kusuma, petugas menggagalkan ekspor ilegal perhiasan dan koin emas seberat lebih dari 190 kg dengan nilai mencapai Rp502 miliar. Kemudian di Bandara Sultan Thaha Jambi menggagalkan pengiriman 375 gram emas ilegal yang disamarkan melalui jalur kargo menuju Jakarta.
Masih terkait pengiriman emas ilegal, pihak Bea Cukai Banda Aceh bersama beberapa instansi terkait berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ekspor emas batangan seberat 527 gram. Hal itu dilakukan saat pemeriksaan di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar.
Sekarang menjadi pertanyaan bagaimana pengamanan terhadap pengiriman atau ekspor emas di Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin di Banjarbaru?
Tentang pentingnya pemeriksaan dengan pengamanan untuk antisipasi pengiriman cemas ilegal termasuk emas cukim dari Kalsel melalui Bandara Syamsudin Noor mendapat perhatian Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Kalsel. Hal tersebut disampaikan Direktur KAKI Kalsel, H. Akhmad Husaini.

Menurut, Akhmad Husaini, tambang emas ilegal maupun legal di Kalsel diduga makin ramai dan menghasilkan emas puluhan kilo perhari dan tentunya perlu dijual. Karena itu tidak mustahil pengiriman ilegal emas cukim dari Kalsel juga melalui bandara, apalagi Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin itu punya rute penerbangan internasional secara langsung ke Malaysia.
“Karena itu tidak mustahil ada yang berupaya menjual ke Malaysia dengan harga yang lebih tinggi dibanding di dalam negeri. Untuk itu kita berharap semua pihak terkait seperti petugas bandara, bea dan cukai, serta kepolisian untuk mengawasi ketat adanya upaya ekspor atau mengirim emas secara ilegal melalui Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin,” jelas aktivis anti korupsi yang akrab disapa Haji Usai ini.
Pada kesempatan ini Direktur LSM KAKI Kalsel ini juga mengungkapkan modus yang biasa dilakukan adalah dengan tidak melaporkan bahwa yang dibawa adalah emas. Selain itu juga ada yang mengubah emas batangan dari tambang ilegal menjadi perhiasan dan bisa dipakai oleh penumpang pesawat, pokoknya banyak moduslah. Ini harus diantisipasi karena merugikan negara,” pungkas H.Akhmad Husaini.
