KBK.News, MARTAPURA – Ikan louhan mungkin identik dengan akuarium rumah, lomba ikan hias, atau koleksi para penghobi. Bentuk kepalanya yang jenong dan warna sisiknya yang cerah membuatnya jadi primadona di dunia ikan hias.

Namun di balik keindahannya, ikan louhan ini kini menjadi ancaman baru bagi ekosistem perairan di beberapa wilayah Indonesia.

Belakangan masyarakat, termasuk nelayan di Waduk Aranio, Kabupaten Banjar, mengeluh karena semakin banyak ikan louhan tertangkap di jaring atau perangkap ikan. Alih-alih senang, mereka justru khawatir. Bukan tanpa alasan, keberadaan ikan non-lokal ini terbukti bisa mengganggu keanekaragaman hayati di perairan.

Bukan Ikan Asli Indonesia

Foto : Istimewa

Secara ilmiah, ikan louhan disebut Amphilophus citrinellus dan berasal dari Amerika Tengah. Spesies ini masuk ke Indonesia melalui perdagangan ikan hias. Biasanya louhan dipelihara di akuarium, tetapi sebagian pemilik melepaskannya ketika bosan, sakit, atau ukuran tubuhnya membesar. Ada pula kasus louhan yang lepas ke alam akibat banjir atau pecahnya kolam penampungan.

Tahunya, ikan ini sudah menyebar ke sungai, kanal, dan danau. Fenomena serupa juga pernah terjadi di Malaysia, Thailand, hingga beberapa negara Amerika Selatan.

Kenapa Bisa Mengancam Ikan Lain?

Bagi masyarakat awam, mungkin sulit percaya bahwa ikan hias bisa berbahaya. Nyatanya, louhan punya karakter yang membuatnya unggul dan dominan dibanding ikan lokal.

✅ 1. Predator Rakus

Louhan bukan sekadar pemakan pelet. Ia dapat memangsa ikan kecil, anakan ikan lokal, bahkan telur dan larvanya. Ikan kecil seperti betok, sepat, gabus kecil, hingga benih ikan konsumsi ikut menjadi sasaran.

Akibatnya, regenerasi ikan lokal terganggu dan populasi menurun dalam waktu cepat.

✅ 2. Agresif dan Teritorial

Louhan dikenal galak. Ia menguasai area tertentu dan menyerang ikan yang mendekat. Sifat ini membuat ikan lokal terusir dari ruang hidupnya sendiri.

✅ 3. Mudah Beradaptasi

Saat perubahan suhu terjadi atau kadar oksigen rendah, banyak ikan asli akan stres dan mati. Louhan tidak. Ia bisa bertahan di kondisi air yang keruh, tercemar, atau minim oksigen.

Kemampuan bertahan hidup ini menjadikannya pemenang alami dalam persaingan ruang dan makanan.

✅ 4. Berkembang Biak Sepanjang Tahun

Tidak seperti ikan lokal yang punya musim pemijahan tertentu, louhan dapat bertelur kapan saja. Itu sebabnya populasinya bisa melonjak jika tidak dikendalikan.

Dampak bagi Nelayan dan Petani Ikan

Foto : Istimewa

-Keberadaan louhan bukan hanya persoalan ekologi, tetapi juga ekberkuran.

-Nelayan rugi karena hasil tangkapan ikan lokal berkurang.

-Louhan hasil tangkapan tidak selalu laku karena kualitasnya tidak sebagus louhan budidaya

-Benih ikan konsumsi bisa habis dimangsa louhan, sehingga mengganggu budidaya keramba

-Di sebagian daerah, ikan louhan bahkan masuk ke perangkap ikan dalam jumlah banyak dan sulit dikendalikan.

Contoh Kasus: Waduk Aranio

Peduli Nasib Nelayan Aranio, Ali Syahbana Minta Pemerintah Atasi Maraknya Ikan Lohan di Waduk Riam Kanan.

Sebelumnya, KBK.News membuat pemberitaan tentang keluhan warga di Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, yang mengungkap populasi louhan semakin banyak di waduk. Mereka khawatir ikan lokal kalah bersaing dan ekosistem waduk berubah.

Jika populasi louhan terus meningkat, nelayan dikhawatirkan akan semakin jarang mendapatkan ikan konsumsi bernilai jual tinggi seperti nila, patin, dan baung.

Bagaimana Seharusnya Masyarakat Menyikapi Ini?

Edukasi menjadi kunci. Banyak warga belum memahami bahwa melepas ikan peliharaan ke sungai atau waduk bisa merusak ekosistem.

Hal penting yang perlu diperhatikan:

1. Jangan melepas ikan louhan ke perairan umum

2. Bila sudah terlanjur banyak, perlu ada gerakan penangkapan oleh warga atau komunitas nelayan

3. Pemerintah daerah dapat membuat program pengendalian spesies invasif

4. Pemilik budidaya wajib memasang pengaman kolam agar ikan tidak lepas saat banjir

Cantik Tidak Selalu Ramah Lingkungan

Foto : Istimewa

Ikan louhan akan selalu menjadi ikan hias yang menarik di akuarium. Tapi ketika berada di alam bebas, sifat aslinya muncul: agresif, kompetitif, dan mendominasi.

Karena itu, menjaga ekosistem bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga masyarakat. Edukasi sederhana seperti “jangan membuang ikan peliharaan ke sungai” bisa mencegah kerusakan lingkungan jangka panjang.

Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin ikan louhan akan menjadi “raja baru” di perairan kita, dan ikan-ikan lokal perlahan menghilang tanpa jejak.