KBK.News, MARTAPURA – Di tengah banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru, PT Air Minum (PTAM) Intan Banjar (Perseroda) mengimbau seluruh pelanggan untuk lebih waspada terhadap potensi kebocoran pipa air di lingkungan masing-masing.

Imbauan ini disampaikan menyusul meningkatnya risiko pipa terlepas atau bocor akibat genangan dan arus banjir, yang berpotensi menyebabkan pemborosan air hingga berdampak pada lonjakan tagihan bulanan.

Kepala Sub Bagian Humas PTAM Intan Banjar, Mahyuni, menegaskan bahwa pemeriksaan jalur pipa secara rutin menjadi langkah penting, terutama saat musim hujan dengan intensitas tinggi.

“Kami mengimbau pelanggan agar secara berkala memeriksa jalur pipa di rumah dan lingkungan sekitar. Jika ditemukan pipa bocor atau terlepas, segera diperbaiki atau dilaporkan ke PTAM, karena kebocoran dapat menyebabkan tagihan air meningkat,” ujarnya.

Selain kewaspadaan terhadap kebocoran, PTAM Intan Banjar juga mengajak masyarakat untuk menghemat penggunaan air dan memprioritaskannya untuk kebutuhan pokok seperti memasak dan air minum. Pelanggan juga disarankan menampung air secukupnya sebagai cadangan, mengantisipasi kemungkinan penghentian sementara operasional pengolahan air akibat kondisi darurat.

Di sisi lain, PTAM Intan Banjar turut ambil bagian dalam penanganan dampak banjir dengan menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak. Perusahaan juga menyiagakan personel untuk membantu distribusi bantuan serta mendukung operasional dapur umum di sejumlah lokasi.

Mahyuni menjelaskan, perusahaan telah menerapkan berbagai langkah mitigasi guna menjaga keamanan infrastruktur pengolahan air, salah satunya melalui pemantauan ketat pompa intake.

BACA JUGA :  Libur Tahun Baru Islam, Layanan Pelanggan PTAM Intan Banjar Tutup Sementara

“Jika ketinggian air sungai melampaui batas aman mesin, operasional pompa akan dihentikan sementara untuk mencegah risiko kerusakan, seperti korsleting atau mesin terbakar,” jelasnya.

Ia mengakui, saat banjir kerap muncul keluhan pelanggan terkait tekanan air yang menurun atau air yang tampak sedikit keruh, khususnya di wilayah ujung jaringan pipa. Namun, kondisi tersebut umumnya disebabkan faktor teknis akibat cuaca ekstrem.

“Tim kami di lapangan siap bergerak cepat melakukan penanganan jika terjadi gangguan,” tambahnya.

Meski air sungai terlihat keruh saat banjir, PTAM Intan Banjar memastikan kualitas air yang didistribusikan tetap memenuhi standar kesehatan sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes). Untuk menjaga kualitas air, perusahaan meningkatkan dosis koagulan atau bahan penjernih serta memperketat pengujian laboratorium, bahkan dilakukan hingga setiap jam guna memastikan kadar klorin dan pH air tetap stabil.

Selain itu, PTAM Intan Banjar juga melakukan wash out di titik-titik tertentu untuk membuang endapan lumpur yang berpotensi masuk ke jaringan pipa, terutama saat proses perbaikan kebocoran di tengah kondisi banjir.

“Jika masyarakat menemukan pipa bocor, tekanan air melemah, atau air mati total, segera laporkan melalui call center atau media sosial resmi PTAM Intan Banjar agar bisa segera kami tindak lanjuti,” pungkas Mahyuni.