Bawaslu Banjar Bentuk Pelopor Pengawasan Pemilu Lewat Pusat Pendidikan Partisipatif
KBK.News, MARTAPURA – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Banjar terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam mengawal jalannya demokrasi. Salah satunya melalui kegiatan Pusat Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) yang digelar dengan melibatkan mahasiswa, pelajar, akademisi, serta berbagai komponen masyarakat yang memiliki perhatian terhadap kepemiluan, Kamis (11/6/2026).
Anggota Bawaslu Kabupaten Banjar, Muhaimin, selaku Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2H), mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membangun kesadaran publik bahwa pengawasan pemilu bukan semata tanggung jawab penyelenggara, melainkan juga menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pembentukan pusat pendidikan dan pengembangan pengawasan pemilu. Kami ingin menciptakan serta mengembangkan kader-kader pengawasan partisipatif dalam pemilu maupun pemilihan,” ujar Muhaimin.

Menurutnya, melalui wadah P2P, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai kepemiluan, tetapi juga dibekali kemampuan untuk mengawasi berbagai tahapan pemilu secara aktif dan bertanggung jawab.
Ia menjelaskan, program tersebut juga bertujuan membentuk komunitas dan jaringan masyarakat yang mampu berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pengawasan partisipatif. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas masyarakat agar mampu menjalankan fungsi pengawasan secara efektif.
“Harapan kami, mereka yang mengikuti kegiatan ini nantinya menjadi pionir di tengah masyarakat. Persoalan pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu atau penyelenggara, tetapi juga menjadi perhatian publik secara luas,” katanya.
Muhaimin mengungkapkan tingginya antusiasme peserta menjadi indikator positif terhadap meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mengawal proses demokrasi. Menariknya, para peserta hadir bukan karena iming-iming tertentu, melainkan atas dasar kesadaran dan kemauan untuk terlibat dalam pengawasan pemilu.
“Dari sesi pertama tadi terlihat peserta sangat antusias. Kehadiran mereka bukan karena adanya reward tertentu, tetapi memang didasari keinginan untuk ikut terlibat dalam pengawasan pemilu. Ini menjadi catatan positif bagi kami,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga dibagi ke dalam sejumlah kelompok untuk membahas berbagai studi kasus terkait pengawasan pemilu, mulai dari mekanisme pelaporan dugaan pelanggaran, proses penanganan, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat.
Sebagai penutup, Muhaimin berharap para alumni P2P dapat menjadi perpanjangan tangan Bawaslu dalam menyebarluaskan pemahaman mengenai pentingnya pengawasan partisipatif kepada masyarakat.
“Setelah kegiatan ini, kami berharap para alumni P2P mampu menjadi agen-agen pengawasan di lingkungan masing-masing. Mereka dapat membantu mensosialisasikan bahwa suksesnya penyelenggaraan pemilu yang jujur dan adil tidak hanya bergantung pada penyelenggara, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat,” pungkasnya.
