KBK.News, BANJARBARU – Proyek irigasi Sal Ray 3 SI Bangkal dengan nilai kontrak Rp1.963.882.000 menuai sorotan. Pasalnya, belum genap enam bulan sejak serah terima pekerjaan, kondisi bangunan irigasi tersebut dilaporkan sudah mengalami retak-retak bahkan ambruk di sejumlah titik, Jumat (30/1/2026).

Proyek yang dikerjakan oleh kontraktor pelaksana CV Rachman Perdana itu kini menjadi perhatian warga sekitar. Dari pantauan KBK.News di lokasi, terlihat beberapa bagian pasangan batu mengalami retakan cukup jelas, bahkan di beberapa titik tampak kerusakan struktural.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, kerusakan tersebut sudah terjadi sejak Desember 2025 lalu. Ia menduga penyebab ambruknya bangunan akibat kualitas pekerjaan yang tidak sesuai.

“Antara batu gunung dan corannya tidak seimbang. Semennya terlalu banyak, batunya kurang. Itu yang bikin cepat retak dan akhirnya ambruk,” ujarnya.

BACA JUGA :  Inilah Daftar Wifi Gratis Di Kota Banjarmasin

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air (Kabid SDA), Denny Pramuji, saat dikonfirmasi KBK.News tidak membantah adanya laporan kerusakan. Namun ia menyebut, proyek tersebut masih berada dalam masa pemeliharaan.

“Masih tahap pemeliharaan. Kami akan memanggil pihak kontraktor untuk segera melakukan perbaikan,” kata Denny.

Ia menegaskan, pihaknya akan meminta kontraktor bertanggung jawab penuh atas kerusakan yang terjadi sebelum masa pemeliharaan berakhir.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak CV Rachman Perdana terkait temuan retakan dan ambruknya bangunan irigasi tersebut. (Ful Aan)