KBK.News, Tanah Bumbu – Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menggelar program ASA Desa 2026 di Desa Batulicin Irigasi, Kecamatan Karang Bintang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berlangsung selama lima hari dari tanggal tanggal 7 sampai 12 Juli 2026.

Ketua Umum BEM KM Fakultas Pertanian ULM, Muhammad Raja Darma Kusuma, mengatakan program ASA Desa merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui transfer pengetahuan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.

“Kegiatan ini memiliki tiga agenda utama, yakni pengolahan limbah organik menjadi pupuk organik cair (POC) dan pupuk organik padat, pemanfaatan pekarangan rumah tangga untuk budidaya tanaman sayuran, serta pelatihan pemasaran berbasis website agar produk masyarakat memiliki jangkauan pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Menurut Raja, pelatihan pengolahan limbah organik diharapkan mampu membantu masyarakat mengurangi limbah rumah tangga sekaligus menghasilkan pupuk yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian maupun menjadi produk bernilai ekonomi.

Sementara itu, pemanfaatan pekarangan rumah bertujuan mendorong ketahanan pangan keluarga melalui penanaman berbagai jenis sayuran. Adapun pelatihan pemasaran digital diberikan agar masyarakat mampu memasarkan hasil pertanian maupun produk olahan secara lebih efektif melalui platform digital.

“Kami berharap kegiatan ini bukan sekadar formalitas atau seremonial. Ketika kami telah selesai melaksanakan pengabdian di desa ini, program-program yang telah diperkenalkan tetap dilanjutkan dan dikembangkan oleh masyarakat,” katanya.

Ketua Pelaksana ASA Desa 2026, Iman Ramadani, mengapresiasi dukungan pemerintah desa, masyarakat, serta seluruh panitia yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.

BACA JUGA :  Rifki–Riza Usung Grand Design “RANGKUL & RAPI 2026”, Tawarkan Arah Baru BEM FKIP ULM

“Kami sangat berterima kasih kepada aparat desa yang telah membantu sejak tahap survei hingga kegiatan berlangsung. Antusiasme masyarakat juga luar biasa, bahkan warga turut memberikan berbagai bentuk dukungan kepada panitia selama kegiatan berlangsung,” ungkapnya.

Ia menjelaskan tiga fokus utama kegiatan meliputi pelatihan pengolahan limbah organik dan pembuatan pestisida nabati, budidaya tanaman, serta pelatihan packaging dan pemasaran produk.

Iman berharap seluruh materi yang diberikan tidak berhenti setelah kegiatan selesai, melainkan dapat diterapkan dan diwariskan kepada masyarakat lainnya sehingga manfaat program terus berkembang di Desa Batulicin Irigasi.

Dukungan juga disampaikan Ketua Desa Wisma Alamananda RT 03 Desa Batulicin Irigasi, Warsina. Ia mengaku masyarakat memperoleh banyak pengetahuan baru, terutama mengenai pembuatan pupuk organik cair yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan sehari-hari.

“Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang telah datang memberikan ilmu kepada masyarakat. Mudah-mudahan masyarakat semakin maju, mampu memanfaatkan pekarangan rumah, dan ke depan hasil pembuatan pupuk organik cair ini bisa dipasarkan sehingga menambah pendapatan ibu-ibu rumah tangga,” katanya.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, program ASA Desa 2026 diharapkan menjadi langkah awal terciptanya desa yang lebih mandiri, produktif, serta mampu mengembangkan potensi lokal melalui pertanian berkelanjutan dan pemanfaatan teknologi pemasaran digital. (Masruni)