KBK News, BANJARMASIN – Peluncuran mini album “Suara Dunia Karya Kita” menjadi momentum penting bagi perjalanan grup rock BlackStone. Tidak hanya memperkenalkan karya terbaru, konser tersebut juga mempertemukan musisi-musisi terbaik Banua dengan salah satu lady rocker legendaris Indonesia, Connie Dio.

Acara berlangsung di Taman Budaya Bakhtiar Sanderta dan turut dimeriahkan penampilan 15 band dari kalangan pelajar maupun komunitas musik.

BlackStone yang dimotori Erol sebagai vokalis, manajer dan pencipta lagu, membawakan sederet karya original seperti Metal Rock N Roll, Panggung Rock, Orang Gila, Gangster, Ayah, dan Lelaki Telanjang.

Band ini diperkuat Miftah Koso, Hurries Fadillah, Dede Japun, Yudhi Professor, Julian Fitri alias Boboy, Agiey, serta Dedy Horizon sebagai additional drummer.

Seluruh personel memiliki perjalanan panjang di dunia musik. Miftah Koso dikenal sebagai peraih berbagai gelar The Best Vocalist. Hurries Fadillah pernah membawa Mr X masuk jajaran 10 besar Festival Musik Rock Indonesia. Dede Japun pernah tampil di tingkat nasional bersama Robin Hood.

BACA JUGA :  Pemprov Kalsel Perbaiki Gedung Seni Balairung Sari di Taman Budaya Kalsel

Yudhi Professor merupakan mantan personel Matta Band dan kini menjadi dosen Uniska.

Boboy dijuluki Mike Portnoy Banua sekaligus pernah meraih The Best Drummer festival rock se-Jawa Bali, sedangkan Agiey menjadi drummer muda berprestasi dengan sederet gelar The Best Drummer di berbagai festival.

Dan Erol salah satu vokalis BlackStone merupakan figur sentral dari grup band tersebut.

Dimana hampir semua tembang di mini album adalah ciptaan vokalis rock era 90 an tersebut.

Sebagai bintang tamu, Connie Dio tampil memukau membawakan sejumlah lagu rock sebelum akhirnya berduet bersama Miftah Koso menyanyikan lagu “Cinta Kita” yang dipopulerkan Amy Search dan Inka Christie.

Penampilan tersebut menjadi klimaks konser dan mendapat sambutan luar biasa dari penonton.

Melalui mini album “Suara Dunia Karya Kita”, BlackStone berharap dapat terus menjaga semangat musik rock Banua, melahirkan karya-karya baru, sekaligus membuka ruang regenerasi bagi musisi muda Kalimantan Selatan.