KBK.News, MARTAPURA – Gejolak ekonomi global yang dipicu ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat belum memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian di Kabupaten Banjar. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam Setda Banjar, Rachmad Ferdiansyah.

Ia menjelaskan, hingga saat ini kondisi ekonomi daerah masih relatif stabil. Kenaikan harga memang terjadi, namun hanya pada beberapa komoditas tertentu dan dalam batas yang wajar.

“Kalau di Kabupaten Banjar sendiri belum terlalu terasa dampaknya. Memang secara nasional sudah mulai ada kenaikan harga barang, tapi di daerah kita masih relatif stabil,” ujarnya.

Rachmad mengungkapkan, kenaikan harga hanya terjadi pada sejumlah komoditas pangan yang masuk dalam indikator pemantauan harga (IPH), seperti ikan segar dan cabai merah.

“Dari sekitar 20 item yang kita pantau, ada beberapa yang naik, seperti ikan segar dan cabai merah. Tapi kenaikannya tidak signifikan,” jelasnya.

BACA JUGA :  Polres Banjar Ungkap Penyebab Kebakaran Gudang Musafir di Pasar Batuah Martapura

Menurutnya, fluktuasi harga cabai sendiri merupakan hal yang lumrah terjadi. Bahkan, jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, kenaikan saat ini masih tergolong rendah.

“Kalau dibandingkan dulu, harga cabai bisa naik sampai puluhan ribu. Sekarang ini masih dalam level yang wajar, meskipun ada kenaikan,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa Kabupaten Banjar tidak termasuk daerah yang menjadi acuan Indeks Harga Konsumen (IHK), sehingga pengukuran inflasi tidak dilakukan secara langsung, melainkan melalui indikator harga terbatas.

Untuk saat ini, dampak ekonomi akibat isu global lebih banyak terasa di tingkat nasional, terutama pada angka inflasi dan beberapa komoditas tertentu. Sementara di daerah, pengaruhnya masih sangat terbatas.

“Secara umum, dampaknya masih di level nasional. Kalau di daerah, kenaikannya masih kecil dan belum terlalu berpengaruh terhadap daya beli masyarakat,” pungkasnya.