KBK.News, MARTAPURA — Di tengah dinamika kehidupan masyarakat Kalimantan Selatan, lahir sebuah komunitas sosial yang digerakkan oleh semangat kepedulian dan ketulusan dua anak muda daerah. Komunitas itu bernama Intan Peduli, sebuah gerakan sosial yang kini mulai dikenal luas karena aktif membantu masyarakat tanpa memandang latar belakang.

Intan Peduli didirikan oleh Muhammad Luthfi Najhan atau akrab disapa Luthfi, pemuda asal Desa Padang Panjang, bersama Nurheldawati (Helda) dari Sungai Ulin. Berangkat dari keresahan melihat masih banyak masyarakat yang membutuhkan perhatian dan bantuan sosial, keduanya sepakat membangun wadah kemanusiaan yang bisa menjadi ruang berbagi sekaligus mengajak anak muda lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.

Perjalanan Intan Peduli tidak selalu berjalan mulus. Di awal pembentukannya, Luthfi dan Helda mengaku sempat dipandang sebelah mata karena usia mereka yang masih muda. Namun hal itu tidak menyurutkan langkah keduanya untuk terus bergerak membantu masyarakat.

Dengan modal semangat, keberanian, dan niat tulus, mereka mulai melakukan berbagai kegiatan sosial secara sederhana. Mulai dari membantu warga yang membutuhkan, menggelar aksi berbagi, kegiatan kemanusiaan, hingga mengajak generasi muda untuk ikut terlibat dalam aksi sosial di lingkungan masing-masing.

Nama “Intan Peduli” dipilih sebagai simbol harapan agar komunitas tersebut bisa menjadi seperti intan berharga, bercahaya, dan membawa manfaat bagi banyak orang. Filosofi itu pula yang menjadi pegangan komunitas dalam menjalankan berbagai kegiatan sosialnya.

BACA JUGA :  Anak Sekolah Bersihkan Sampah Usai Haul ke-13 Abah Guru Sekumpul

Seiring berjalannya waktu, keberadaan Intan Peduli mulai mendapat perhatian masyarakat. Berbagai aksi sosial yang dilakukan dinilai membawa dampak positif, khususnya dalam menumbuhkan semangat kepedulian sosial di kalangan anak muda Kalimantan Selatan.

Tak hanya mendapat dukungan masyarakat, sejumlah kegiatan Intan Peduli juga mulai memperoleh apresiasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah. Kehadiran komunitas ini dianggap menjadi contoh bahwa anak muda mampu menghadirkan perubahan positif melalui aksi nyata dan kepedulian terhadap sesama.

Bagi Luthfi dan Helda, Intan Peduli bukan sekadar komunitas sosial, melainkan juga tempat belajar, bertumbuh, dan memperkuat rasa kemanusiaan. Mereka berharap gerakan yang dibangun bersama itu dapat terus berkembang dan menginspirasi lebih banyak generasi muda untuk tidak takut berbuat baik.

“Anak muda juga bisa membawa perubahan besar untuk masyarakat, asalkan punya niat tulus dan mau bergerak bersama,” ujar mereka.

Dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, Intan Peduli kini perlahan tumbuh menjadi simbol gerakan anak muda yang hadir bukan hanya untuk dikenal, tetapi benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat Kalimantan Selatan.