KBK.NEWS BANJARBARU – laporan dan terbaru BPBD Kalsel tentang malapetaka banjir yang melanda sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan per awal Januari 2026, banjir memang tengah melanda sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel). Curah hujan yang ekstrem selama beberapa pekan terakhir mengakibatkan sungai meluap dan merendam ribuan rumah.

​Berdasarkan data dari BPBD dan laporan lapangan per 5-6 Januari 2026, berikut adalah rincian wilayah yang terdampak beserta jumlah korbannya:

​Wilayah Terdampak dan Jumlah Korban

Kabupaten/Kota

Wilayah Terparah

Jumlah Korban Terdampak

Keterangan

Kab. Banjar

Martapura, Sungai Tabuk, Martapura Timur

116.027 jiwa (41.196 KK)

Wilayah terdampak paling parah; ±22.991 rumah terendam dan 5.045 jiwa mengungsi.

Kab. Balangan

Meliputi 34 desa di 6 kecamatan

13.825 jiwa (4.289 KK)

Terjadi banjir bandang yang merusak ratusan rumah.

Kab. Tanah Laut

Kurau, Bumimakmur, Bati-Bati

1.315 jiwa (Desa Kurau saja)

Jalan poros dan fasilitas umum seperti pasar dan sekolah terendam.

Kab. Tapin

Candi Laras Selatan, Bakarangan, Binuang

1.474 jiwa (602 KK)

Di Desa Masta, air sudah merendam permukiman selama lebih dari 3 minggu.

Kota Banjarbaru

Cempaka, Landasan Ulin

1.383 jiwa (Cempaka) & 175 jiwa (L. Ulin)

Ketinggian air rata-rata 40-50 cm di pemukiman warga.

Kab. HST

Barabai dan sekitarnya

1.802 rumah terendam

Data jumlah jiwa masih dalam pemutakhiran oleh BPBD setempat.

BACA JUGA :  Saidi Mansyur Kembali Terjun ke Lokasi Banjir, Warga Keraton Terima Bantuan Sembako

Kondisi Terkini dan Dampak Lainnya:

    • Pengungsi: Secara total di seluruh Kalsel, ribuan warga masih berada di posko pengungsian, terutama di Kabupaten Banjar yang mencapai lebih dari 5.000 orang.
    • Sektor Pertanian: Dilaporkan sekitar 3.451 hektare lahan sawah dan kebun di Kabupaten Banjar terendam, yang mengancam gagal panen.
    • Kesehatan: Warga di wilayah yang terendam lama (seperti Tapin dan Banjar) mulai mengeluhkan penyakit kulit/kutu air akibat kondisi lingkungan yang lembap.
    • Fasilitas Umum: Ratusan sekolah, tempat ibadah, dan belasan jembatan dilaporkan mengalami kerusakan atau tidak bisa digunakan sementara waktu.

Peringatan: Masyarakat di sepanjang aliran sungai Martapura dan wilayah pesisir diimbau untuk tetap waspada karena cuaca ekstrem diprediksi masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.