KBK.News, JAKARTA – Anggota Muhammad Hidayattollah atau Dayat El mendorong penguatan literasi digital sebagai langkah utama mencegah penyalahgunaan narkoba sejak usia dini. Hal itu disampaikannya saat Rapat Kerja Komite I DPD RI bersama Badan Narkotika Nasional, Selasa (7/7).

Dalam rapat tersebut, Dayat El menilai pemberantasan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan penegakan hukum. Menurutnya, edukasi kepada generasi muda harus diperkuat sejak di bangku sekolah hingga perguruan tinggi.

“Anak-anak dan generasi muda harus dibekali pemahaman tentang bahaya narkoba sejak dini, termasuk mengenali berbagai modus penyebaran yang kini berkembang di ruang digital,” ujarnya.

Perwakilan Kalimantan Selatan itu juga menyoroti maraknya penyalahgunaan pod atau rokok elektronik (vape) yang diduga dimanfaatkan sebagai media konsumsi maupun peredaran narkotika. Ia meminta BNN meningkatkan pengawasan dan langkah pencegahan, khususnya di Kalimantan Selatan.

BACA JUGA :  Dalam Keterbatasan, Dayat El Suarakan Aspirasi Kalsel! Soroti Bendungan, Jalan Nasional hingga Save Meratus

Selain pencegahan, Dayat El menegaskan pentingnya memperkuat layanan rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkotika. Menurutnya, masyarakat yang ingin lepas dari jerat narkoba harus mendapat akses rehabilitasi yang mudah, memadai, dan bebas dari stigma.

“Jangan sampai mereka yang ingin sembuh justru kesulitan mendapatkan layanan rehabilitasi yang layak. Pencegahan, pemberantasan, dan rehabilitasi harus berjalan beriringan,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Dayat El juga menyampaikan belasungkawa atas gugurnya anggota kepolisian saat bertugas memberantas jaringan narkoba di Kalimantan Tengah. Ia menilai pengorbanan tersebut menjadi bukti bahwa kejahatan narkotika merupakan ancaman nasional yang harus dihadapi bersama.

“Perang melawan narkoba membutuhkan keberanian, sinergi, dan komitmen semua pihak. Ini bukan persoalan satu daerah, tetapi tanggung jawab seluruh bangsa,” pungkasnya.