Delapan Orang Dilaporkan Keroyok Pemilik Mebel di Banjarmasin, Korban Sebut Salah Satunya Diduga Oknum Polisi
KBK.News, BANJARMASIN– Seorang pemilik toko mebel di Jalan Pangeran Antasari Banjarmasin bernama Supian melaporkan dugaan pengeroyokan dan penganiayaan yang dialaminya ke Polda Kalimantan Selatan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 00.05 Wita di toko miliknya. Supian mengaku dikeroyok oleh delapan orang yang di antaranya merupakan mantan istri dan mantan iparnya.
“Kejadiannya setelah saya mengantarkan meja televisi ke rumah pembeli,” ujar Supian kepada wartawan, Rabu (8/4/2026).
Ia menyebut para terlapor berinisial M, J, L, N, BS, N, Y, dan RB. Bahkan dari sejumlah nama tersebut, Supian menduga ada salah satu pelaku yang merupakan oknum anggota Polri.
“Saya sudah melaporkan kasus ini ke Polda Kalsel, termasuk ke Propam,” katanya.
Supian menuturkan kejadian bermula ketika dirinya pulang ke toko setelah mengantarkan pesanan mebel bersama seorang karyawannya bernama Agung. Saat itu, di dalam toko juga terdapat seorang karyawan perempuan yang masih berjaga.
Kecurigaan muncul ketika Agung melihat pintu samping toko dalam keadaan terbuka, padahal sebelumnya Supian merasa sudah mengunci pintu tersebut.
Supian kemudian meminta Agung memasukkan mobil pick up pengangkut mebel ke garasi belakang, sementara dirinya masuk ke dalam toko melalui pintu depan menuju ruang kantor di bagian belakang.
Namun setibanya di ruangan tersebut, Supian terkejut karena mendapati mantan istrinya berinisial R bersama beberapa orang lainnya sudah berada di dalam toko.
“Mereka bukan orang lain, ada mantan istri saya dan mantan ipar saya,” ungkapnya.
Menurut Supian, para pelaku kemudian menuduh dirinya melakukan perzinahan sambil merekam menggunakan ponsel. Ia membantah tuduhan tersebut karena saat itu dirinya datang bersama karyawan.
“Buat apa saya berzinah, saya datang bersama anak buah saya. Itu hanya fitnah,” ujarnya.
Perdebatan pun terjadi hingga akhirnya terjadi pemukulan. Supian menyebut mantan istrinya menjadi orang pertama yang memukulnya di bagian pipi kanan. Setelah itu beberapa orang lain turut mengeroyok hingga dirinya terjatuh.
Akibat kejadian tersebut, Supian mengalami luka lecet dan lebam di pipi kanan, lebam di dahi kiri, serta rasa sakit di bagian perut. Luka-luka tersebut telah divisum dan dilampirkan dalam laporan polisi.
Selain dugaan pengeroyokan, Supian juga menyebut terdapat pengrusakan dan pencurian yang terjadi saat peristiwa berlangsung.
Meski demikian, Supian mengaku sebenarnya tidak ingin persoalan rumah tangganya berujung panjang. Ia masih membuka kemungkinan penyelesaian secara damai dengan sejumlah syarat.
“Bisa saja berdamai, tapi tentunya ada persyaratan,” tutupnya.
