Dinas PUPRP Banjar Bangun Jalan Tahan Banjir Rob di Simpang Warga Aluh Aluh, Konstruksi Diperkuat
KBK.News, MARTAPURA – Harapan warga Desa Simpang Warga, Kecamatan Aluh Aluh, agar terbebas dari jalan yang kerap tenggelam akibat banjir rob mulai terwujud. Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Banjar kini tengah melakukan perbaikan sekaligus peninggian ruas jalan yang selama ini menjadi titik rawan kerusakan.
Pantauan KBK.News di lokasi, Senin (20/7/2026) siang, pekerjaan terus berlangsung. Sejumlah alat berat tampak mengerjakan pembongkaran badan jalan lama, pembangunan pondasi (siring), hingga penguatan struktur dasar sebelum dilakukan pengecoran jalan baru.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPRP Kabupaten Banjar, M. Milky Rosadie, mengatakan pekerjaan tersebut merupakan bagian dari paket Pasar Arba Aluh Aluh–Bunipah. Namun, titik prioritas perbaikan difokuskan di kawasan Simpang Warga karena menjadi lokasi yang paling sering tergenang banjir rob dan mengalami kerusakan paling parah.
“Nama paketnya Pasar Arba Aluh Aluh–Bunipah. Namun yang kami perbaiki berada di Bunipah, tepatnya Simpang Warga, karena di sana daerah yang paling banyak lubang dan memiliki genangan air paling tinggi saat banjir rob,” ujarnya.
Menurut Milky, perbaikan yang dilakukan tidak sekadar menambal jalan yang rusak, melainkan menggunakan konsep perbaikan secara menyeluruh atau komprehensif agar usia jalan lebih panjang.
Sebelum pembangunan jalan baru dilakukan, badan jalan lama dibongkar terlebih dahulu untuk memperkuat konstruksi bagian bawah. Langkah tersebut dinilai penting mengingat kawasan Aluh Aluh memiliki karakteristik tanah yang mudah rusak akibat sering terendam air pasang.
“Perbaikannya komprehensif. Jalan lama kami bongkar lebih dulu agar bagian bawahnya bisa diperkuat. Seperti yang kita tahu, jalan di Aluh Aluh sangat rawan rusak karena banjir rob,” jelasnya.
Ia menuturkan, desain konstruksi yang diterapkan kali ini jauh lebih kuat dibanding pembangunan jalan pada umumnya. Konsekuensinya, biaya pembangunan juga meningkat cukup signifikan.
“Kalau biasanya pembangunan jalan sekitar Rp1,5 miliar per kilometer, dengan konstruksi yang diperkuat seperti ini biayanya bisa mencapai Rp7 hingga Rp8 miliar per kilometer. Jadi semuanya kembali pada kemampuan anggaran yang tersedia,” katanya.
Meski demikian, dengan anggaran sekitar Rp1,5 miliar, PUPRP Banjar tetap berupaya menghadirkan kualitas jalan terbaik pada ruas sepanjang kurang lebih 500 meter tersebut agar tidak lagi mudah rusak maupun terendam saat banjir rob.
Milky mengungkapkan, sebelum pekerjaan dimulai pihaknya telah berdialog langsung dengan masyarakat setempat. Awalnya, warga menginginkan panjang jalan yang diperbaiki lebih banyak. Namun setelah diberikan penjelasan mengenai pentingnya memperkuat konstruksi agar jalan lebih awet, masyarakat akhirnya menyepakati konsep pembangunan yang dipilih pemerintah.
“Kami sudah berkomunikasi dengan warga dan menyampaikan kemampuan anggaran yang ada. Awalnya warga ingin panjang perbaikannya lebih banyak, tetapi setelah kami jelaskan bahwa kami ingin membangun jalan yang lebih kuat dan tidak mudah terendam, akhirnya mereka memahami dan menyetujuinya,” tutup Milky.
