KBK.News, MARTAPURA – Kondisi memprihatinkan yang dialami Haiwah, seorang anak yang tengah berjuang melawan meningitis dan hidrosefalus, mengundang empati banyak pihak. Di tengah perjuangan panjangnya melawan penyakit, perhatian dan langkah cepat Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Sosial P3AP2KB menjadi angin segar bagi keluarga.

Perjalanan berat Haiwah bermula dari sebuah bisul kecil di hidung yang kemudian pecah. Tak lama setelah itu, kondisinya mendadak memburuk. Ia kehilangan kesadaran, tubuhnya melemah, tidak mampu bergerak maupun berbicara.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan Haiwah menderita meningitis, yakni peradangan serius pada selaput pelindung otak dan sumsum tulang belakang. Penyakit tersebut kemudian memicu hidrosefalus atau penumpukan cairan di otak, sehingga ia harus menjalani operasi serta perawatan intensif dalam waktu panjang.

Sejak Desember 2025 hingga Februari 2026, Haiwah tercatat sudah empat kali dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat akibat kondisi kritis, terutama sesak napas. Saat ini, ia masih menjalani perawatan dan telah memasuki hari ke-11 dirawat di Rumah Sakit Idaman Banjarbaru.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Banjar, Erny Wahdini, menjelaskan bahwa Haiwah dan keluarganya awalnya merupakan penduduk Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, yang mencari nafkah di Kabupaten Banjar.

BACA JUGA :  Kabupaten Kotabaru Ditetapkan Tuan Rumah Konferwil Ke XIII IPNU

“Awalnya yang bersangkutan adalah penduduk Pelaihari. Saat ini kami proses kepindahan data kependudukannya menjadi warga Kabupaten Banjar agar dapat mengurus BPJS Kesehatan gratis dari APBD Kabupaten Banjar,” jelasnya.

Proses administrasi tersebut akhirnya rampung. Setelah data kependudukan resmi berpindah menjadi warga Kabupaten Banjar, kepesertaan BPJS Kesehatan Haiwah pun berhasil diaktifkan melalui pembiayaan APBD.

“Alhamdulillah, BPJS pasien atas nama Haiwah sudah selesai melalui APBD Kabupaten Banjar setelah data kependudukannya berpindah. Jadi sekarang bisa berobat gratis,” tambahnya.

Langkah cepat ini menunjukkan komitmen Dinsos P3AP2KB Banjar dalam memastikan warga yang membutuhkan tetap mendapatkan akses layanan kesehatan, terutama dalam kondisi darurat dan membutuhkan biaya besar.

Di tengah perjuangan Haiwah melawan penyakitnya, kepastian jaminan kesehatan menjadi harapan baru bagi keluarga. Setidaknya, beban biaya pengobatan kini dapat teratasi, sehingga fokus utama dapat diarahkan pada proses pemulihan sang buah hati.