KBK.News, MARTAPURA – Proyek pembangunan Gelanggang Olahraga (GOR) indoor tahap I di Desa Indrasari, Kecamatan Martapura Kota, Kabupaten Banjar, menuai sorotan publik. Pasalnya, proyek dengan nilai kontrak Rp4,9 miliar lebih itu secara kasat mata baru menampilkan deretan pondasi di balik pagar seng yang menutup area pekerjaan.

Pantauan di lokasi pada Selasa (10/2/2026), belum terlihat bangunan utama berdiri. Di dalam kawasan proyek hanya tampak puluhan titik pondasi yang tersusun rapi, sementara di beberapa bagian area mulai ditumbuhi semak dan rumput liar.

Proyek tersebut diketahui dibiayai melalui APBD Kabupaten Banjar Tahun Anggaran 2025 pada Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar, dan disebut telah rampung pada tahap pertama.

Kepala Disbudporapar Kabupaten Banjar, H Irwan Jaya, membenarkan bahwa pekerjaan tahap I memang difokuskan pada pembangunan struktur dasar.

“Pembangunan tahap satu sudah selesai, dikerjakan sejak Juli hingga Desember 2025. Pada tahap ini kami fokus pada pekerjaan struktur, khususnya pondasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pondasi yang digunakan bukan pondasi biasa, melainkan pondasi pancang dengan sistem pile cap. Setiap tiang pancang memiliki panjang sekitar 13 meter dengan ukuran 40 x 40 sentimeter. Spesifikasi tersebut disesuaikan dengan kondisi tanah dan peruntukan gedung yang dirancang sebagai fasilitas olahraga multifungsi.

BACA JUGA :  Curah Hujan Tinggi, Wilayah Martapura Mulai Terendam Banjir

“Biaya cukup besar memang terserap di pondasi. Itu karena spesifikasi teknisnya menggunakan pancang yang menyesuaikan kondisi tanah serta rencana fungsi bangunan ke depan,” jelasnya.

Terkait kondisi area yang tampak ditumbuhi rumput, Irwan menyebut hal itu terjadi karena pekerjaan tahap I selesai lebih awal, sementara proses penganggaran dan lelang tahap II masih menunggu tahapan administrasi berikutnya.

“Karena tahap pertama selesai lebih cepat, sambil menunggu proses lelang tahap kedua, di lapangan memang tumbuh rumput. Namun secara teknis, pekerjaan tahap satu sudah sesuai perencanaan,” tambahnya.

Disbudporapar telah menyiapkan rencana anggaran sekitar Rp14 miliar untuk tahap kedua. Secara keseluruhan, pembangunan GOR indoor tersebut diperkirakan menelan anggaran hingga Rp33 miliar hingga benar-benar rampung.

“Kalau sudah selesai seluruhnya, bangunan ini akan menjadi gedung multifungsi untuk beberapa cabang olahraga. Biaya besar nantinya ada pada sarana dan prasarana penunjang,” katanya.

Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pekerjaan Pembangunan Gelanggang Olahraga Indoor Tahap I dilaksanakan oleh CV. Tia Yasmin Azzam dengan nilai kontrak Rp4.948.669.511. Kontrak bernomor 01.PPK/BMBGK/DISBUDPORAPAR/2025 tersebut diteken pada 25 Juli 2025, dengan waktu pelaksanaan 150 hari kalender, terhitung sejak 25 Juli hingga 21 Desember 2025.