KENDARI, KANTOR BERITA KALIMANTAN (KBK.NEWS) – Aksi unjuk rasa menolak kenaikan BBM non subsidi digelar para mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara berlangsung sekitar 5 jam dan diwarnai pembakaran ban di jalan.

Dalam aksi ini para mahasiswa menyampaikan aspirasi mereka yang dengan tegas menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi menyusul naiknya BBM jenis Pertamax. Aksi para mahasiswa ini berlangsung sekitar 5 jam, yakni dimulai sejak Pukul 16.00 Wita hingga 21 Wita di Bundaran Tank, Kendari, Rabu (10/6/2026).

Di dalam orasinya para mahasiswa meneriakan dampak yang akan terjadi dari kenaikan BBM terhadap aktivitas dan dampak ekonomi masyarakat.

” Kebijakan ini kian mencekik rakyat. Beban ekonomi masyarakat sudah berat, ditambah lagi dengan kenaikan harga BBM yang berdampak pada rantai distribusi dan harga barang kebutuhan lainnya,” jelas salah satu peserta aksi unjuk rasa massa, seperti dikutip dari Tribun Sultra.

BACA JUGA :  Anies Baswedan Guncang UMB Banjarmasin: Ingatkan Mahasiswa soal ‘Bencana Buatan Manusia

Aksi para mahasiswa ini selain diwarnai orasi menolak kenaikan harga BBM juga diwarnai dengan pembakaran ban bekas di tengah jalan. Aksi ini sempat membuat arus lalulintas kurang lancar seperti biasanya.

Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan kenaikan harga untuk BBM non subsidi  mulai tanggal 10 Juni 2026. Kenaikan tertinggi terjadi terhadap BBM Non subsidi jenis Pertamax, yakni lebih dari Rp 4000 rupiah.

Kenaikan harga BBM Non Subsidi ini diduga sebagai dampak dari naiknya harga minyak mentah dunia menyusul terjadi perang di Timur Tengah antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.