KBK.News, MARTAPURA – DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Banjar mencoba membangun wajah politik yang tidak semata berorientasi pada perolehan suara dan kursi legislatif, Sabtu (15/8/2026).

Semangat itu terlihat dalam rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) PKB ke-28 yang dirangkai dengan tasyakuran pascapelantikan pengurus, konsolidasi internal, hingga peluncuran sejumlah kegiatan di bidang keagamaan, pendidikan dan sosial.

Ketua DPC PKB Kabupaten Banjar, M Zaini, mengatakan PKB ingin hadir sebagai gerakan yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

“PKB ini gerakan bukan hanya gerakan bumi, tapi gerakan langit. Kita mencoba melangitkan PKB,” kata Zaini.

Menurutnya, keberadaan partai tidak seharusnya hanya terasa ketika memasuki momentum politik lima tahunan. PKB, kata dia, juga harus mampu memberikan pengetahuan, pendidikan, pencerahan serta manfaat sosial-keagamaan.

“PKB bukan hanya mencari suara atau mencari kursi. Tapi juga memberi pengetahuan, memberi pencerahan dan memberi ilmu. Kalau yang dewan dapat kursi, kalau yang bukan dewan dapat ilmu,” ujarnya.

Dari Majelis Taklim hingga Pendidikan

Salah satu langkah yang dilakukan PKB Banjar yakni meresmikan Majelis Ta’lim, Zikir dan Sholawat yang mengusung semangat meneruskan perjuangan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau Datu Kelampayan.

Zaini menyebut kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya PKB menjaga nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah sekaligus memperkuat semangat Islam rahmatan lil alamin.

Tak hanya bidang keagamaan, PKB Banjar juga membentuk lembaga pendidikan bernama Bang Sandong (Kebangkitan Santri Banjar Indonesia).

Lembaga tersebut diarahkan menjadi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), terutama untuk membantu pemerintah menangani persoalan anak tidak sekolah (ATS).

“Ini dalam upaya membantu pemerintah memutus ATS. Baru dibentuk, siswanya sudah sekitar 20 orang,” ungkap Zaini.

Untuk sementara, kegiatan pendidikan tersebut berlangsung di sekitar lokasi kegiatan PKB. Ke depan, program itu akan dikembangkan melalui kerja sama dengan sejumlah lembaga pendidikan, termasuk madrasah diniyah.

BACA JUGA :  Kembali Dipercaya Pimpin DPC PKB Banjar, Zaini Siap Perkuat Soliditas dan Perjuangkan Aspirasi Masyarakat

Bagikan Bibit Tanaman ke Masyarakat

Rangkaian Harlah PKB ke-28 juga diisi kegiatan penghijauan dengan membagikan berbagai bibit tanaman kepada kader dan masyarakat.

Bibit yang dibagikan antara lain cabai, terong, kayu putih dan sejumlah tanaman lainnya.

Langkah tersebut disebut sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mendorong masyarakat memanfaatkan tanaman yang dapat memberikan nilai manfaat.

“Bibit-bibit ini kita bagikan agar bermanfaat bagi kader dan masyarakat,” kata Zaini.

Kegiatan penghijauan itu juga menjadi perhatian di tengah kondisi cuaca panas yang melanda sejumlah wilayah.

Konsolidasi Struktur hingga Ranting

Di sisi internal, momentum Harlah sekaligus dimanfaatkan DPC PKB Banjar untuk memperkuat konsolidasi organisasi.

Jajaran pengurus PAC dipanggil untuk melakukan penataan struktur organisasi hingga tingkat ranting.

“Konsolidasi langit, konsolidasi bumi. Bumi struktur kita rapikan,” tegasnya.

Sementara dari sisi politik, Zaini mengungkapkan PKB Banjar tetap memiliki target meningkatkan perolehan kursi di DPRD Kabupaten Banjar.

Jika sebelumnya target yang dipatok sebanyak lima kursi, kini angka tersebut ingin ditingkatkan.

“Kalau kita lima kursi, minimal tujuh kursi lah,” katanya.

Harlah Dilanjutkan Lomba Catur

Rangkaian Harlah PKB ke-28 tidak berhenti pada kegiatan keagamaan, pendidikan, lingkungan dan konsolidasi.

PKB Banjar juga akan menggelar lomba catur bekerja sama dengan Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi).

Beragam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya PKB Banjar membangun kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan yang tidak hanya berbicara tentang politik, tetapi juga pendidikan, keagamaan, lingkungan dan pemberdayaan.

Dengan pendekatan tersebut, PKB Banjar ingin menunjukkan bahwa aktivitas politik dapat berjalan beriringan dengan gerakan sosial dan kemasyarakatan.