Dua Insiden di Perairan Kalsel, Nelayan dan ABK Hilang, Tim SAR Lakukan Pencarian Intensif
KBK.News, PELAIHARI – Dua insiden orang jatuh ke perairan terjadi di Kalimantan Selatan dalam waktu berdekatan. Tim Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin pun mengerahkan operasi SAR untuk mencari korban yang masih dinyatakan hilang.
Peristiwa pertama terjadi di perairan Muara Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Rabu (29/4/2026). Seorang nelayan bernama Amat (19), warga Muara Asam-asam, dilaporkan terjatuh dari KM Putra saat melaut bersama rekannya.
Kejadian bermula sekitar pukul 05.30 Wita ketika korban berada di bagian buritan kapal.
Diduga kehilangan keseimbangan saat hendak buang air, korban terjatuh ke laut dan tenggelam.
Rekan korban sempat melakukan upaya pertolongan, namun korban dengan cepat hilang dari pandangan.
Laporan diterima Basarnas pada pukul 13.30 Wita dan langsung ditindaklanjuti dengan pemberangkatan tim rescue dari Pos SAR Kotabaru menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB).
Tim menempuh jarak sekitar 70 Nautical Miles dengan waktu tempuh sekitar 2,5 jam.
Operasi pencarian melibatkan Pos SAR Kotabaru, Lanal Muara Kintap, Polairud Tanah Laut, Polsek Kintap, serta masyarakat nelayan setempat.
Tim juga dilengkapi peralatan seperti Aqua Eye, perlengkapan selam, dan dukungan komunikasi satelit Starlink.
Sementara itu, insiden kedua terjadi di Sungai Barito, kawasan Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Jumat (1/5/2026).
Seorang ABK KM Cemara Nusantara 6, Prasetyo Adi Wibowo (24), dilaporkan terjatuh ke sungai saat hendak naik ke kapal pada Kamis malam sekitar pukul 20.30 Wita.
Rekan korban sempat memberikan pertolongan, namun derasnya arus sungai membuat korban tenggelam dan hilang.
Merespons kejadian tersebut, Basarnas Banjarmasin mengerahkan tim rescue pada Jumat pagi menuju lokasi melalui Dermaga SAR Basirih dengan menggunakan RIB 01.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kantor SAR Banjarmasin, TNI AL, Polairud Polres Banjarmasin, BPBD Kota Banjarmasin, Polsek Pelabuhan, tim water rescue, serta kru kapal.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin selaku SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, mengatakan pihaknya memaksimalkan pencarian dengan teknologi pendeteksi bawah air.
“Fokus awal adalah penyisiran permukaan dan pemindaian menggunakan Aqua Eye untuk mengetahui posisi korban.
Selanjutnya akan dilakukan penyelaman jika kondisi memungkinkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kendala utama di lapangan adalah arus perairan yang cukup kuat serta keterbatasan jaringan komunikasi di beberapa lokasi.
Basarnas juga mengimbau kepada para nelayan dan awak kapal agar selalu mengutamakan keselamatan kerja, terutama dengan menggunakan alat pelindung diri seperti life jacket saat beraktivitas di perairan.
Hingga berita ini diturunkan, kedua korban masih berstatus Dalam Pencarian (DP).
Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran dan memperluas area pencarian sesuai kondisi arus di masing-masing lokasi kejadian.
