Dugaan Maladministrasi Disorot, Pilrek ULM Diminta Dikawal Transparan
KBK.News, BANJARMASIN– Proses Pemilihan Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) periode 2026–2030 mendapat sorotan.
Pemerhati kebijakan publik Dr. Akhmad Murjani meminta seluruh tahapan pemilihan dikawal secara transparan, adil dan akuntabel, menyusul adanya dugaan maladministrasi dalam proses pemilihan bakal calon rektor.
Menurut Murjani, pemilihan rektor ULM seharusnya menjadi momentum penting untuk menentukan arah masa depan perguruan tinggi kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan.
Karena itu, seluruh proses harus berjalan sesuai aturan dan mengedepankan kepentingan institusi.
Pembina Forum Kerukunan dan Pemerhati Warga Kalimantan (FKPWK) ini juga menyoroti adanya dugaan persoalan terkait keanggotaan Senat dalam pelaksanaan pemilihan rektor yang dinilai perlu diperiksa kesesuaiannya dengan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) serta peraturan yang berlaku di ULM.
Selain itu, terdapat dugaan rangkap kedudukan yang berpotensi menimbulkan konflik kewenangan.
Persoalan tersebut, kata Murjani, perlu diklarifikasi agar tidak menimbulkan keraguan terhadap proses maupun hasil pemilihan.
“Adanya dugaan maladministrasi maupun persoalan dalam proses pemilihan harus ditindaklanjuti secara serius dan objektif.
Jangan sampai persoalan yang belum terang justru menimbulkan persoalan baru terhadap legitimasi pemilihan rektor,” ujar Murjani.
Ia juga menyoroti persoalan transparansi dan dugaan fraud yang disebut berkaitan dengan panitia pemilihan.
Menurutnya, apabila memang terdapat dugaan tersebut, perlu dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh.
Diketahui tahapan Pemilihan Rektor ULM 2026, proses pemilihan telah memasuki tahapan penting dan ULM sebelumnya juga menyatakan proses pemilihan dilakukan dengan prinsip transparansi, objektivitas dan akuntabilitas.
Karena itu, menurut Murjani, setiap dugaan persoalan yang muncul perlu dijawab secara terbuka agar tidak mengganggu jalannya proses pemilihan.
Murjani menilai pembentukan tim independen dapat menjadi salah satu opsi untuk mengurai berbagai persoalan yang dipersoalkan. Tim tersebut, menurutnya, dapat melakukan pemeriksaan secara objektif dan tidak memihak.
Ia juga menyebut Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Kalimantan Selatan dapat dilibatkan untuk memastikan setiap dugaan maladministrasi diperiksa sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.
“Tim independen diperlukan untuk mengurai benang kusut dari berbagai hal yang dituduhkan. Jika memang tidak ada pelanggaran, tentu hasil pemeriksaan juga akan memberikan kepastian. Yang paling penting prosesnya objektif dan tidak memihak,” harap nya .
Menurut Murjani, perhatian Pemerintah Provinsi Kalsel dan DPRD Kalsel juga penting dalam konteks menjaga marwah ULM sebagai perguruan tinggi negeri yang memiliki peran strategis bagi pembangunan sumber daya manusia di daerah.
Murjani mengapresiasi kepedulian mahasiswa ULM yang menyampaikan aspirasi terkait proses pemilihan rektor. Menurutnya, partisipasi mahasiswa merupakan bentuk kepedulian terhadap masa depan kampus.
“Kalau semua memiliki komitmen yang sama untuk memajukan ULM, maka seluruh proses akan berjalan dengan baik. Kepentingan ULM harus ditempatkan di atas kepentingan kelompok maupun kepentingan pribadi,” tegasnya.
Murjani berharap Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi dapat memberikan perhatian terhadap adanya dugaan maladministrasi yang disebut terjadi dalam proses pemilihan bakal calon rektor pada putaran pertama.
Menurutnya, diperlukan langkah yang jelas apabila ditemukan adanya persoalan prosedural, termasuk menentukan apakah tahapan tertentu perlu diperbaiki atau proses dapat dilanjutkan sesuai ketentuan.
Ia berharap para anggota Senat ULM nantinya menggunakan hak pilih secara objektif dengan mengedepankan kapasitas, integritas dan visi para calon.
“Harapan kita pemilihan rektor ULM berjalan lancar, kondusif, jujur dan transparan, tidak ada KKN, bersih, mengedepankan kepentingan ULM, meritokrasi dan menghindari transaksi suara.Pilihlah dengan logika dan niat hati yang tulus untuk kemajuan ULM,” pungkas pria yang juga pembina Organisasi Rakyat Indonesia ( ORI) Kalsel ini .
