Dugaan Perkelahian Kadis dan Kabid, Bupati Banjar Pastikan Tidak Ada Sanksi
KBK.News, MARTAPURA – Bupati Banjar H Saidi Mansyur akhirnya angkat bicara terkait polemik perselisihan yang melibatkan Kepala Dinas (Kadis) IJ dan Kepala Bidang (Kabid) AY di salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banjar, Selasa (14/7/2026).
Saidi menegaskan, pemerintah daerah tidak akan menjatuhkan sanksi disiplin kepada kedua aparatur sipil negara (ASN) tersebut karena hasil klarifikasi menunjukkan tidak terjadi kontak fisik sebagaimana dugaan yang sempat beredar.
“Memang yang viral itu terkait dugaan pergesekan di salah satu dinas. Kejadiannya sebenarnya sudah cukup lama, baru kemudian ramai diberitakan. Setelah kami cek, ternyata tidak ada pemukulan. Yang terjadi hanya kesalahpahaman,” ujar Saidi.
Menurutnya, informasi yang diterima pemerintah daerah dari hasil penelusuran melalui Sekretaris Daerah (Sekda) berbeda dengan narasi yang berkembang di media sosial maupun pemberitaan awal.
Ia menyebut kedua belah pihak telah saling meminta maaf sehingga persoalan tersebut dinilai telah diselesaikan secara internal.
“Sebagai pembina ASN tentu kami tidak menginginkan adanya perselisihan antara atasan dan bawahan. Namun keduanya sudah saling memohon maaf,” katanya.
Saidi menegaskan, tidak adanya unsur kontak fisik menjadi alasan utama pemerintah daerah tidak memberikan sanksi kepada kedua ASN tersebut.
“Tentu sanksi tidak bisa kita berikan karena ternyata tidak ada kontak fisik,” tegasnya.
Meski demikian, Bupati mengingatkan seluruh kepala SKPD dan ASN di Kabupaten Banjar agar menjaga keharmonisan dalam lingkungan kerja serta mengedepankan komunikasi yang baik agar kejadian serupa tidak terulang.
“Mudah-mudahan ini menjadi perhatian bagi seluruh SKPD dan ASN untuk menjaga keharmonisan dan kebersamaan, sehingga kesalahpahaman seperti ini tidak terjadi lagi,” ujarnya.
Saat kembali ditanya mengenai dugaan kontak fisik yang sempat mencuat, Saidi kembali memastikan bahwa hasil klarifikasi pemerintah menunjukkan tidak ada pemukulan.
“Kami juga tahunya dari media ada dugaan pemukulan. Setelah dicek melalui Sekda, ternyata tidak ada kontak fisik, hanya kesalahpahaman,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Saidi juga mengingatkan insan pers agar melakukan pendalaman informasi sebelum mempublikasikan dugaan yang belum terverifikasi.
“Mudah-mudahan ini juga menjadi perhatian rekan-rekan media untuk menggali lebih dalam dulu sebelum memberitakan dugaan pemukulan, karena faktanya tidak ada kontak fisik,” pungkasnya.
