KBK.News, MARTAPURA – Sahabat Anti Kecurangan Bersatu (SAKUTU) akan menggelar aksi damai di depan Kantor DPRD Kabupaten Banjar pada Kamis (18/6/2026). Aksi tersebut digelar sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus mendorong penegakan hukum terhadap dugaan penyimpangan yang terjadi dalam pelaksanaannya.

Koordinator Lapangan SAKUTU, Aliansyah, mengatakan aksi yang mereka lakukan bukan untuk menolak kritik terhadap pemerintah, melainkan mengajak seluruh elemen masyarakat agar menyampaikan aspirasi dengan cara yang santun dan beradab.

Menurutnya, kritik dan fungsi kontrol sosial merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, penyampaian aspirasi harus tetap mengedepankan etika dan nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia.

“Kami mendukung aksi-aksi kritik dan sosial kontrol yang dilakukan mahasiswa maupun elemen masyarakat. Tetapi kami menginginkan aksi yang beradab, karena ilmu itu tidak ada artinya kalau tidak ada adab. Adab itu lebih tinggi daripada ilmu,” ujar Aliansyah kepada KBK.News.

Ia menilai belakangan ini terdapat sejumlah aksi yang dinilai telah keluar dari koridor penyampaian pendapat yang santun, bahkan cenderung mengarah pada tindakan yang tidak mencerminkan budaya ketimuran.

“Jadi kami menyayangkan aksi-aksi yang sudah keluar koridor dan cenderung tidak beradab, seperti mencaci maki kepala negara, aparat, maupun pejabat. Itu sudah di luar kebiasaan orang timur, di luar budaya kita sebagai masyarakat Melayu yang menjunjung tinggi sopan santun,” katanya.

BACA JUGA :  DPRD Banjar Tidak Bersedia Jalani SWAB Test Massal

Aliansyah menegaskan, pihaknya tidak pernah melarang masyarakat maupun mahasiswa untuk menyampaikan kritik. Namun, ia berharap setiap aksi dilakukan dengan cara yang bermoral dan tetap mengedepankan akhlakul karimah.

“Kami tidak menolak aksi mahasiswa. Yang kami tidak inginkan adalah tindakan-tindakan yang sudah tidak bermoral dan tidak beradab. Kalau ada mahasiswa yang berilmu tinggi tetapi melakukan tindakan yang tidak beradab, maka itu tidak ada nilainya di mata masyarakat,” tegasnya.

Dalam surat pemberitahuan yang disampaikan kepada Polres Banjar, SAKUTU menyebutkan aksi damai tersebut akan mengangkat tema “Lanjutkan Program MBG dan Adili Oknum Koruptor Program MBG”.

Ada empat tuntutan utama yang akan disuarakan, yakni mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis, mendukung aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan korupsi dalam program tersebut, meminta transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan MBG, serta mendukung program-program pro rakyat yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Aliansyah berharap aksi yang akan digelar berlangsung tertib dan menjadi contoh bahwa penyampaian aspirasi dapat dilakukan secara damai, santun, dan tetap menghormati nilai-nilai budaya bangsa.

“Kita ingin menunjukkan bahwa menyampaikan aspirasi tidak harus dengan cacian atau tindakan yang melampaui batas. Kritik boleh, bahkan harus, tetapi tetap dalam koridor adab dan etika,” pungkasnya.