KBK.News, MARTAPURA – Anggota DPRD Kabupaten Banjar, H Fariz Adam Ramadhan, mendorong pengembangan Wisata Susur Sungai Desa Pekauman Ulu, Kecamatan Martapura Timur, agar tidak sekadar menjadi destinasi baru, tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat setempat.

Hal tersebut disampaikan Fariz saat menghadiri peresmian dermaga sekaligus peluncuran Wisata Susur Sungai yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pekauman Ulu, Kamis (23/7/2026).

Anggota DPRD Banjar, Fariz Adam Ramadhan.

Fariz menyatakan dukungan terhadap terobosan Pemerintah Desa Pekauman Ulu yang memanfaatkan potensi sungai sebagai sektor wisata baru di Kabupaten Banjar.

“Alhamdulillah hari ini dilakukan peresmian dermaga di Desa Pekauman Ulu. Kami dari DPRD Kabupaten Banjar sangat mendukung program pemerintah desa, khususnya wisata kapal yang bertujuan menumbuhkan ekonomi masyarakat di sini,” ujar Fariz.

Menurutnya, keberadaan dermaga dan wisata susur sungai memiliki peluang besar untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Aktivitas wisata diharapkan ikut menggerakkan berbagai sektor ekonomi, mulai dari jasa transportasi sungai, kuliner hingga pelaku usaha mikro di desa.

Fariz juga melihat potensi wisata tersebut masih dapat dikembangkan dengan menghubungkan sejumlah destinasi yang berada di sekitar kawasan Martapura Timur.

Salah satunya Rumah Adat Banjar di kawasan Telong Selong yang kini telah menjadi bagian dari rute wisata susur sungai.

“Harapannya dermaga ini memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Ke depan wisata susur sungai bisa berkembang ke beberapa titik, termasuk Rumah Adat Banjar,” katanya.

Fariz menegaskan DPRD Kabupaten Banjar siap mendorong kolaborasi bersama pemerintah desa agar pengembangan wisata berbasis sungai tersebut dapat terus berlanjut.

BACA JUGA :  Komisi IV DPRD Banjar Genjot RSUD Raza Untuk Segera Buka Layanan Kemoterapi

“Kami akan berkolaborasi dengan pemerintah desa agar wisata ini semakin berkembang dan menjadi salah satu destinasi andalan Kabupaten Banjar,” tegasnya.

Sementara itu, Pembakal Desa Pekauman Ulu, Bima Dwi Satriya, mengatakan wisata susur sungai dikembangkan dengan melihat besarnya potensi sungai serta keberadaan Rumah Adat Banjar di wilayah tersebut.

Menurut Bima, potensi tersebut perlu dimanfaatkan sehingga mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat desa.

“Kami melihat potensi desa ini ada pada sungai dan Rumah Banjar. Potensi inilah yang ingin kami kembangkan agar bisa menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Saat ini, wisata susur sungai Pekauman Ulu menyediakan dua rute. Rute pertama menuju Rumah Adat Banjar di Telong Selong dengan tarif Rp10 ribu per orang, sedangkan rute kedua menuju kawasan wisata religi Kubah Datu Abulung dengan tarif Rp20 ribu per penumpang.

Kapal beroperasi setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 18.00 WITA dengan kapasitas maksimal 30 penumpang dalam sekali perjalanan.

Antusiasme masyarakat juga membuat pemerintah desa berencana menambah satu unit kapal dalam waktu satu bulan ke depan. Penambahan armada akan kembali dilakukan apabila perkembangan wisata menunjukkan respons positif.

Dari sisi keselamatan, kapal telah dilengkapi pelampung bagi penumpang. Pemerintah desa juga tengah memproses kerja sama dengan perusahaan asuransi untuk memberikan perlindungan tambahan kepada wisatawan.

Dengan dukungan DPRD, pemerintah desa dan masyarakat, Fariz berharap wisata susur sungai Pekauman Ulu dapat berkembang menjadi destinasi unggulan sekaligus menciptakan perputaran ekonomi baru bagi warga Kabupaten Banjar.