KBK.News, Tanah Laut – Wisata alam Bukit Sapu Angin di Kabupaten Tanah Laut kembali dipadati wisatawan pada Minggu (10/5/2026). Ratusan pengunjung dari kalangan Gen Z hingga milenial datang mengikuti berbagai layanan open trip yang menawarkan pengalaman dokumentasi drone dengan latar sabana dan panorama perbukitan khas kawasan tersebut.

Sejak pagi hari, kawasan parkir Bukit Sapu Angin terlihat membludak oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Berbagai penyedia jasa open trip membawa puluhan peserta untuk menikmati wisata alam sekaligus mengabadikan momen menggunakan drone.

Fenomena wisata dokumentasi udara ini menjadi daya tarik tersendiri bagi anak muda. Dengan biaya sekitar Rp100 ribu per orang, peserta dapat menikmati perjalanan sekaligus memperoleh hasil dokumentasi video dan foto drone di kawasan perbukitan yang dikenal memiliki pemandangan sabana terbuka dan lanskap alam yang luas.

Salah satu penyedia jasa open trip, Cahaya Trip, membuka layanan perjalanan dari sesi pagi hingga sore hari. Open trip berbasis dokumentasi drone dinilai semakin diminati karena menghadirkan pengalaman wisata sekaligus kebutuhan konten media sosial.

BACA JUGA :  Dua Santri yang Terseret Ombak Pantai Jorong Ditemukan Tewas

Alfian dari Cahaya Trip menyebut branding wisata di Bukit Sapu Angin memiliki karakter berbeda dibandingkan konsep perjalanan wisata lainnya. Menurutnya, tantangan utama dalam kegiatan open trip justru berada pada aspek pengelolaan peserta dan dokumentasi di lapangan.

“Jujur, yang paling terasa itu kelelahan, mulai dari urusan parkir, keamanan, sampai barang-barang tamu yang tertinggal. Bahkan ada tamu yang harus balik lagi hanya untuk mengambil barangnya,” ujar Alfian.

Ia juga menilai masih banyak peserta yang mengikuti perjalanan tanpa persiapan fisik yang matang. Kondisi tersebut kerap menjadi kendala selama perjalanan berlangsung, terutama saat mendaki kawasan perbukitan.

“Banyak juga tamu yang naik dengan kondisi fisik kurang siap. Jadi memang perlu pendampingan dan briefing yang lebih banyak sebelum perjalanan dimulai,” tambahnya.

Meningkatnya tren open trip drone di Bukit Sapu Angin menunjukkan potensi wisata alam berbasis dokumentasi digital semakin berkembang di Kalimantan Selatan.

Selain menjadi ruang rekreasi, kawasan ini juga menjadi magnet baru bagi generasi muda yang ingin menikmati alam sekaligus menghasilkan konten visual dari ketinggian. (Masruni)