KBK.NEWS ​PONTIANAK — Menanggapi situasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin mengkhawatirkan, Presiden Prabowo Subianto bertindak cepat dengan mendarat langsung di Pangkalan TNI AU Supadio, Kalimantan Barat. Tanpa mengulur waktu, Presiden segera memimpin rapat siaga darurat guna menginstruksikan aksi masif dan terkoordinasi demi memadamkan kobaran api.

​Presiden menegaskan bahwa seluruh elemen pemerintah daerah dan aparat penegak hukum tidak boleh kompromi. Regulasi wilayah harus ditegakkan secara agresif, diimbangi dengan langkah pencegahan ketat agar bencana tahunan ini tidak terus berulang.

Empat Jurus Pamungkas Penanganan Karhutla:

  • Bantuan Pasukan: Mengerahkan 3 batalyon TNI tambahan (sekitar 1.500 personel) dari luar Pulau Kalimantan yang diberangkatkan secara bertahap mulai hari ini hingga Minggu pagi.
  • Operasi Darat: Memaksimalkan penyisiran dan pemadaman langsung di titik-titik api (hotspot) oleh tim gabungan darat.
  • Armada Udara: Memperkuat penyiraman udara dengan mendatangkan 6 helikopter water bombing berkapasitas besar yang dijadwalkan tiba sore ini.
  • Modifikasi Cuaca: Mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memicu hujan buatan, memanfaatkan potensi awan hujan yang terdeteksi di wilayah Kalimantan Barat.
BACA JUGA :  Karhutla Kembali Terjadi Di Kota Palangka Raya

​Usai memimpin rapat konsolidasi di pangkalan udara, Presiden Prabowo bersama rombongan langsung bergerak menuju lokasi terdampak paling parah di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, untuk meninjau secara langsung penanganan api di lapangan.